- Pexels/Monstera Production
Psikolog Ungkap Kesalahan Orang Tua yang Sering Menghambat Potensi Anak
Jakarta, tvOnenews.com - Setiap anak memiliki potensi dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, para orang tua diimbau tidak terburu-buru melabeli atau memaksa anak untuk menemukan bakat tertentu sejak usia dini. Sebaliknya, anak justru perlu diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai aktivitas agar dapat mengenali minat dan potensi yang dimilikinya secara alami.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena masa kanak-kanak merupakan periode emas perkembangan otak. Pada fase ini, anak membutuhkan kombinasi antara asupan nutrisi yang baik serta stimulasi yang beragam agar kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan kreativitasnya berkembang secara optimal.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology pada 2023 juga menunjukkan bahwa keterampilan sosial dan emosional menjadi salah satu kompetensi penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan anak, baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Salah satu cara mengembangkannya adalah melalui aktivitas kreatif seperti seni, musik, olahraga, maupun kegiatan lain yang memberi kesempatan anak berkomunikasi, bekerja sama, dan mengekspresikan diri sejak dini.
Psikolog Anak dan Keluarga, Ayoe Sutomo, M.Psi., Psi., menjelaskan bahwa proses eksplorasi memiliki peran besar dalam membantu anak membangun karakter sekaligus menemukan kekuatan dirinya.
"Setiap anak memiliki cara dan waktu yang berbeda untuk bersinar. Karena itu, orang tua tidak perlu khawatir apabila anak belum menunjukkan bakat tertentu atau masih sering berganti-ganti minat. Hal yang terpenting adalah memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba berbagai pengalaman dan menikmati setiap tahap perkembangannya," ujar Ayoe di acara Bebelac Little Star 2026 di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
"Eksplorasi bukan semata menemukan bakat, tetapi membantu anak belajar mengenali dirinya dan membangun karakter positif. Melalui kesempatan untuk bereksplorasi, anak tidak hanya menemukan minat, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, serta keterampilan sosial yang menjadi bekal penting agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas sosial dan berkembang sesuai potensinya," lanjut Ayoe.
Menurut Ayoe, orang tua sering kali merasa cemas ketika anak belum memiliki minat yang konsisten atau tampak mudah berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Padahal, kondisi tersebut merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang. Dengan mencoba berbagai pengalaman, anak akan memperoleh kesempatan untuk mengenali apa yang disukai sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi.