- instagram pesona_gunung19
Viral Pendaki Naiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu, BTNGMb Jatuhkan Sanksi dan Wajibkan Minta Maaf
tvOnenews.com - Aksi dua pendaki yang menaiki Tugu Triangulasi di puncak Gunung Merbabu mendadak menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Rekaman tersebut memicu kritik dari warganet karena tindakan itu dinilai tidak menghormati fasilitas yang berada di kawasan konservasi sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan.
Menindaklanjuti video yang viral, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) bergerak mengidentifikasi kedua pendaki.
Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya mengakui perbuatannya dan dikenai sanksi pembinaan. Mereka juga diwajibkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosial masing-masing.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian tidak hanya berkaitan dengan pencapaian menuju puncak.
Setiap pengunjung juga memiliki tanggung jawab menjaga fasilitas, mematuhi aturan, serta menghormati kawasan konservasi yang menjadi bagian dari ekosistem Gunung Merbabu.
Video Pendaki Naiki Tugu Triangulasi Viral di Media Sosial
Video aksi dua pendaki yang menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu menyebar di sejumlah platform media sosial dan mengundang beragam reaksi.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Instagram @pesona_gunung19. Hingga Kamis (30/7/2026) pukul 14.30 WIB, unggahan tersebut telah memperoleh sekitar 10.500 tanda suka.
Unggahan itu juga mencatat sekitar 686 komentar, dibagikan ulang sebanyak 324 kali, serta dibagikan sebanyak 1.575 kali. Tingginya interaksi menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap tindakan yang dilakukan di salah satu titik penting kawasan Gunung Merbabu tersebut.
Sebagian warganet menilai tindakan menaiki tugu tidak pantas dilakukan karena berpotensi merusak fasilitas. Selain itu, aksi tersebut dianggap dapat menjadi contoh yang kurang baik apabila ditiru pendaki lain.
Tugu Triangulasi merupakan fasilitas yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Keberadaannya tidak hanya menjadi penanda di area puncak, tetapi juga menjadi bagian dari fasilitas yang harus dijaga oleh seluruh pengunjung.
BTNGMb Panggil Pendaki dan Beri Sanksi Pembinaan
Kepala Subbagian Tata Usaha BTNGMb, Nurpana Sulaksono, mengatakan petugas Resor Selo berhasil mengidentifikasi dua pendaki yang terlihat dalam video tersebut.
Keduanya kemudian dipanggil untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu (29/7/2026). Dalam proses pemeriksaan, kedua pendaki disebut bersikap kooperatif dan mengakui telah menaiki Tugu Triangulasi.
“Keduanya juga telah menyatakan menyesali perbuatannya, menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP), serta surat pernyataan di atas materai,” kata Nurpana kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).
BTNGMb kemudian menjatuhkan sanksi pembinaan. Kedua pendaki diwajibkan membuat video permintaan maaf secara terbuka dan mengunggahnya melalui akun media sosial masing-masing.
Mereka juga diminta menghapus seluruh dokumentasi yang memperlihatkan tindakan tersebut. Selain itu, keduanya menyatakan bersedia menerima sanksi lebih berat apabila kembali melakukan pelanggaran serupa di masa mendatang.
Langkah pembinaan tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya mencegah tindakan yang sama terulang. BTNGMb berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi pendaki lain agar lebih memahami batasan perilaku ketika berada di kawasan konservasi.
BTNGMb Ingatkan Pendaki Tak Mengejar Konten Berisiko
Nurpana menegaskan bahwa Tugu Triangulasi merupakan fasilitas yang berada di kawasan konservasi. Karena itu, setiap pendaki memiliki kewajiban menjaga keberadaannya serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
“Pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap alam dan fasilitas yang ada,” ujarnya.
BTNGMb juga mengingatkan bahwa aktivitas di gunung harus mengutamakan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Pendaki diminta tidak melakukan tindakan yang berpotensi merusak fasilitas atau membahayakan diri hanya demi memperoleh foto maupun video untuk media sosial.
Fenomena mengejar konten di lokasi wisata alam belakangan menjadi perhatian karena sejumlah aksi berisiko dapat memicu kecelakaan atau kerusakan lingkungan.
Dalam kawasan konservasi, tindakan pengunjung tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fasilitas dan ekosistem.
BTNGMb turut mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan dugaan pelanggaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Keterlibatan publik dinilai membantu pengawasan serta memperkuat upaya menjaga kawasan konservasi.
“Pelestarian Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pendaki diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan dengan berperilaku bijak, bertanggung jawab, dan menghormati aturan yang berlaku,” kata Nurpana.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendakian tidak hanya diukur dari kemampuan mencapai puncak.
Sikap menghormati alam, menjaga fasilitas, serta mematuhi aturan juga menjadi bagian penting dari budaya pendakian yang aman dan bertanggung jawab. (udn)