news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Terungkap! 3 Fakta KMP Mutiara Sentosa 2, Kapal Eks Jepang Berusia 34 Tahun yang Ludes Terbakar di Madura.
Sumber :
  • Antara

Terungkap! 3 Fakta KMP Mutiara Sentosa 2, Kapal Eks Jepang Berusia 34 Tahun yang Ludes Terbakar di Madura

KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Madura ternyata merupakan kapal eks Jepang berusia 34 tahun. Berikut riwayat, spesifikasi, dan rekam
Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kobaran api yang melahap KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026), menyisakan duka sekaligus pertanyaan besar. 

Kapal yang sedang berlayar dari Surabaya menuju Makassar itu berubah menjadi lokasi kepanikan ketika asap tebal dan api dengan cepat menyelimuti bagian kapal, memaksa sejumlah penumpang menyelamatkan diri hingga melompat ke laut.

Di balik tragedi tersebut, KMP Mutiara Sentosa 2 ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum beroperasi di Indonesia. 

Kapal jenis roll-on/roll-off atau Ro-Ro itu merupakan kapal eks Jepang yang pernah melayani rute Osaka–Kitakyushu selama lebih dari dua dekade. 

Setelah berganti kepemilikan dan nama, kapal berusia 34 tahun tersebut akhirnya menjadi bagian dari armada pelayaran nasional sebelum mengalami musibah hebat di perairan Madura.

Berdasarkan pembaruan data tim SAR gabungan hingga Minggu malam, sebanyak 236 orang telah dievakuasi dari total 271 orang yang tercatat dalam manifes. 

Dari jumlah tersebut, 231 orang dilaporkan selamat dan lima orang meninggal dunia. Proses pencarian serta investigasi penyebab kebakaran masih terus dilakukan.

Terungkap! 3 Fakta KMP Mutiara Sentosa 2, Kapal Eks Jepang Berusia 34 Tahun yang Ludes Terbakar di Madura
Sumber :
  • Antara

Melansir dari berbagai sumber, berikut 3 fakta riwayat KMP Mutiara Sentosa 2:

1. Dibangun di Jepang dan Pernah Melayani Rute Osaka–Kitakyushu

Sebelum dikenal sebagai KMP Mutiara Sentosa 2, kapal tersebut bernama Ferry Osaka. Kapal ini dibangun oleh Saiki Heavy Industries di Jepang dan mulai beroperasi pada Januari 1992.

Selama sekitar 23 tahun, Ferry Osaka dioperasikan oleh Meimon Taiyo Ferry, salah satu perusahaan pelayaran besar Jepang. 

Kapal itu melayani rute jarak jauh Osaka–Kitakyushu dan menjadi bagian dari jaringan transportasi laut yang menghubungkan wilayah Kansai dengan Pulau Kyushu.

Pada 16 September 2015, Ferry Osaka dipensiunkan setelah digantikan oleh armada yang lebih baru. Kapal tersebut kemudian menggunakan nama Golden Bird 5 dalam masa transit serta proses administrasi sebelum berpindah kepemilikan.

Pada periode September hingga Desember 2015, kapal itu dibeli oleh perusahaan pelayaran Indonesia, PT Atosim Lampung Pelayaran atau ALP. Setelah masuk ke Indonesia, kapal tersebut resmi berganti nama menjadi KM atau KMP Mutiara Sentosa 2.

Kapal ini tercatat memiliki nomor IMO 9021382, MMSI 525022391, dan callsign YBDJ2. Setelah berganti bendera dan nama, kapal tersebut kemudian digunakan untuk melayani jalur pelayaran antarpulau, termasuk rute Surabaya–Makassar.

KMP Mutiara Sentosa 2 memiliki panjang sekitar 160 meter dengan lebar 25 meter. Bobot mati kapal mencapai sekitar 3.850 ton. Pada 2026, usia kapal tersebut telah mencapai 34 tahun.

Sebagai kapal Ro-Ro, Mutiara Sentosa 2 dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan. Sistem ini memungkinkan kendaraan seperti mobil dan truk masuk serta keluar kapal melalui jalur khusus di dek kendaraan.

Sebelum beroperasi di Indonesia, kapal tersebut disebut memiliki rekam jejak keselamatan yang relatif bersih selama melayani pelayaran di Jepang. Tidak terdapat catatan insiden kebakaran fatal atau gangguan mesin besar yang menonjol selama masa operasionalnya.

2. Api Berkobar di Utara Pulau Sapudi, Penumpang Berhamburan ke Laut

Musibah terjadi ketika KMP Mutiara Sentosa 2 sedang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

Api dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api dan asap tebal menyebar ke sejumlah bagian kapal. Kondisi tersebut memicu kepanikan di antara penumpang dan awak kapal.

Sejumlah penumpang bergerak menuju bagian haluan untuk menjauh dari titik kebakaran. Sebagian lainnya mengenakan pelampung dan memilih melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan pihak perusahaan menerima informasi awal mengenai kebakaran dari nakhoda kapal. Namun, komunikasi kemudian terputus.

“Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB dan setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali,” ujar Nanang Sigit.

Setelah menerima sinyal darurat atau distress call, tim SAR gabungan langsung dikerahkan. Operasi penyelamatan melibatkan Basarnas melalui KN SAR 249 Permadi, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai atau KPLP, Ditpolairud, serta sejumlah kapal yang sedang melintas.

Kapal tunda TB Hasnur 26 dan kapal niaga Meratus Project 3 turut membantu proses evakuasi. Sejumlah kapal lain, termasuk armada niaga dan nelayan di sekitar lokasi, juga ikut memberikan pertolongan.

Berdasarkan laporan awal, kapal membawa 271 orang yang terdiri atas 232 penumpang dan 39 awak kapal. 

Dalam perkembangan hingga Minggu malam, sebanyak 231 orang berhasil diselamatkan, sementara lima korban ditemukan meninggal dunia. 

Kondisi kapal dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah sebagian besar badan kapal dilalap api. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh otoritas terkait.

3. Tragedi 2026 Mengingatkan Kebakaran KM Mutiara Sentosa 1

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 kembali mengingatkan pada tragedi yang pernah menimpa armada lain dengan nama serupa pada 2017.

Pada Jumat, 19 Mei 2017, KM Mutiara Sentosa 1 yang berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan terbakar di perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep. Saat itu, api muncul dari area dek kendaraan dan berkembang dengan cepat.

Dalam situasi darurat, nakhoda memerintahkan seluruh orang di atas kapal untuk meninggalkan kapal atau abandon ship. Banyak penumpang dan awak kapal menyelamatkan diri menggunakan sekoci, rakit penolong, serta pelampung. Sebagian lainnya melompat ke laut.

“Penumpang sebagian besar lompat ke laut,” kata Humas Basarnas saat itu, M. Yusuf Latif.

Kebakaran tersebut menewaskan lima orang. Berdasarkan data resmi, sebanyak 192 orang berhasil diselamatkan dari total 197 orang yang dievakuasi.

Investigasi KNKT menemukan bahwa titik awal kebakaran diduga berasal dari salah satu bak truk di dek kendaraan. Namun, KNKT tidak dapat memastikan sumber panas yang memicu api.

Dalam laporan investigasinya, KNKT juga mencatat dugaan adanya barang mudah terbakar di dalam bak truk yang tidak dilaporkan. 

Selain itu, keterlambatan penanganan api di dek kendaraan menjadi salah satu faktor yang mempercepat perkembangan kebakaran.

Ketua KNKT saat itu, Soerjanto Tjahjono, menyebut api pertama kali terlihat dari sebuah truk di dek bawah.

“Sumber api pertama berasal dari truk warna hijau, truk ditutup terpal berwarna biru. Belum diketahui identitas truk itu. Setelah api muncul di dek bawah, penumpang berusaha memadamkan api,” sebut Soerjanto.

Tragedi pada 2017 juga mengungkap persoalan perbedaan antara data manifes dan jumlah orang yang berhasil dievakuasi. Otoritas Pelabuhan dan Syahbandar Tanjung Perak saat itu menemukan adanya pihak yang ikut berlayar, tetapi tidak tercatat dalam daftar penumpang maupun awak kapal.

“ Kami mendapat informasi ada sopir cadangan dan juga cleaning service di kapal yang tidak dimasukkan ke manifes oleh perusahaan. Itu tidak dilaporkan ke Otoritas Pelabuhan dan Syahbandar,” ujar Kepala Syahbandar Tanjung Perak saat itu, Hari Setyobudi.

Musibah KMP Mutiara Sentosa 2 kini kembali menempatkan keselamatan pelayaran sebagai perhatian utama. 

Riwayat panjang kapal eks Jepang tersebut, ditambah tragedi kebakaran armada Mutiara Sentosa 1 pada 2017, menjadi catatan penting bagi evaluasi kelayakan kapal, sistem pencegahan kebakaran, pengawasan muatan kendaraan, serta kesiapan prosedur darurat di jalur pelayaran Indonesia.

Sementara penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 belum dapat dipastikan, hasil investigasi resmi akan menjadi dasar untuk mengetahui rangkaian peristiwa dan menentukan langkah perbaikan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:51
01:46
01:56
05:54
18:02
05:11

Viral