news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lansia lakukan pemeriksaan mata..
Sumber :
  • Istimewa.

Ahli Ungkap Gangguan Mata yang Paling Sering Dialami Orang Indonesia

Gangguan penglihatan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering diabaikan oleh masyarakat Indonesia. Padahal, banyak kelainan mata dapat ditangani lebih awal.
Selasa, 4 Agustus 2026 - 01:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gangguan penglihatan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering diabaikan oleh masyarakat Indonesia. Padahal, banyak kelainan mata dapat ditangani lebih awal jika pemeriksaan dilakukan secara rutin sebelum gejala menjadi berat.

Naovalia Ayu Hanifah, A.Md, RO, Refraksionis Optisien dari Optik99K, mengatakan bahwa sejumlah gangguan mata yang paling sering ditemui di Indonesia meliputi miopia atau mata minus, hipermetropia (mata plus), presbiopia (mata tua), astigmatisme atau silinder, mata kering, katarak, glaukoma, hingga retinopati diabetik akibat diabetes yang tidak terkontrol.

Menurutnya, mata minus kini banyak ditemukan pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang menghabiskan banyak waktu di depan layar gawai. Sementara itu, mata tua dan katarak lebih sering muncul seiring bertambahnya usia, sedangkan glaukoma kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga sering terlambat terdeteksi.

Naovalia menekankan bahwa pemeriksaan mata rutin seharusnya menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, bukan hanya dilakukan ketika penglihatan sudah terganggu.

"Banyak masyarakat yang baru memeriksakan mata setelah penglihatannya sudah cukup terganggu. Padahal pemeriksaan secara berkala sangat penting untuk mengetahui perubahan fungsi penglihatan sejak awal. Dengan kacamata yang sesuai serta pola hidup sehat, kualitas penglihatan dapat tetap terjaga dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman," jelas Naovalia dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/8/2026)

Ia menjelaskan bahwa orang dewasa tanpa keluhan umumnya disarankan memeriksakan mata setiap satu hingga dua tahun sekali. Bagi pengguna kacamata atau lensa kontak, pemeriksaan minimal setahun sekali penting dilakukan untuk memastikan ukuran lensa masih sesuai. Sementara penderita diabetes, glaukoma, mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit mata, atau berusia di atas 60 tahun, dapat memerlukan pemeriksaan lebih sering sesuai anjuran dokter mata.

Selain pemeriksaan rutin, pencegahan juga memegang peran penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Langkah yang dianjurkan antara lain mengonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin A, C, E, lutein, zeaxanthin, dan omega-3, berolahraga secara teratur, mengendalikan diabetes dan hipertensi, tidak merokok, menggunakan pelindung mata saat bekerja atau berolahraga, memakai kacamata dengan perlindungan UV, menjaga kebersihan tangan, menghindari kebiasaan mengucek mata, serta tidur yang cukup.

Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan bahwa kesehatan mata masih sering kurang mendapat perhatian, terutama di kalangan lanjut usia.

"Melalui program ini kami ingin membantu masyarakat agar tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Penglihatan yang baik akan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Kami berharap bantuan kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan mata," ujar Andrew Susanto. (cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
19:40
01:51
01:46
01:56
05:54

Viral