- Pixabay/ seagul
Ruang Digital Tak Lagi Sekadar Media, Kini Jadi Medan Pertahanan
Ia menjelaskan, ketika informasi resmi terlambat disampaikan, ruang tersebut kerap diisi oleh spekulasi atau informasi yang belum tentu benar.
Oleh karena itu, setiap satuan TNI Angkatan Laut dituntut memiliki mekanisme komunikasi yang mampu merespons perkembangan situasi tanpa mengabaikan akurasi data maupun aspek keamanan informasi.
Menurut Pundjung, peran Dinas Penerangan juga terus berkembang. Tidak lagi hanya mendokumentasikan kegiatan atau menyusun siaran pers, tetapi ikut menjelaskan latar belakang sebuah kebijakan dan mengapa kebijakan tersebut penting bagi masyarakat.
"Publik tidak hanya membutuhkan informasi mengenai apa yang dilakukan TNI AL, tetapi juga mengapa kebijakan itu diambil dan bagaimana manfaatnya bagi masyarakat serta bagi pertahanan negara," ujarnya.
Perubahan tersebut juga menuntut kemampuan baru dari personel penerangan. Selain menguasai jurnalistik, mereka perlu memahami komunikasi digital, pengelolaan media sosial, analisis data, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), optimasi mesin pencari (search engine optimization/SEO), desain komunikasi visual, hingga penanganan krisis komunikasi.
Kemampuan memantau percakapan publik di media sosial juga dinilai semakin penting. Melalui pemantauan tersebut, potensi munculnya hoaks, disinformasi, maupun propaganda dapat diketahui lebih awal sehingga klarifikasi atau penjelasan resmi bisa segera disampaikan.
Kolonel Pundjung juga menekankan pentingnya kesamaan pesan di seluruh jajaran TNI Angkatan Laut, mulai dari Pos TNI AL, Pangkalan TNI AL (Lanal), Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral), Koarmada, hingga Markas Besar Angkatan Laut. Menurutnya, informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus konsisten agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.
Di sisi lain, ia menilai media massa tetap memiliki peran penting sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.
Hubungan yang terbuka dan profesional antara institusi pertahanan dengan media dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar tanpa mengabaikan aspek kerahasiaan negara.
Selain menyampaikan informasi mengenai kegiatan TNI AL, komunikasi publik juga dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran angkatan laut.
Banyak masyarakat, menurutnya, belum mengetahui bahwa tugas TNI AL tidak hanya menjaga kedaulatan laut, tetapi juga mengamankan jalur pelayaran internasional, melindungi sumber daya kelautan, hingga terlibat dalam operasi kemanusiaan saat terjadi bencana.