- Pertamina
Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero
Jakarta, tvOnenews.com - Bagi Alfredo Nicholas Saputra Kolin dan warga Kampung Posa, Distrik Klamono, musim kemarau dulunya adalah masa-masa penuh kecemasan.
Selama bertahun-tahun, mereka harus berhemat luar biasa karena hanya bergantung pada tampungan air hujan atau air keruh dari Sungai Klasafet yang jauh.
Namun, pemandangan itu kini tinggal kenangan. Melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina, air bersih kini mengalir langsung ke rumah-rumah warga.
Sosok Alfredo muncul sebagai local hero yang mengawal perubahan besar ini, membebaskan masyarakat dari beban krisis air yang menahun.
Ia menjadi sosok yang memastikan solusi tersebut terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setiap hari, Alfredo memeriksa kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 3,3 kWp agar tetap beroperasi optimal sehingga sistem Solar Water Treatment dapat menyediakan air bersih secara berkelanjutan bagi warga Kampung Posa.
"Kalau listrik dari PLTS berhenti, air bersih juga ikut berhenti. Karena itu saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik," ujar Alfredo.
Sejumlah peserta mengikuti kegiatan ujian tertulis saat kegiatan Sertifikasi Lokal Hero Program Desa Energi Berdikari Pertamina yang diselenggarakan di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Kamis (6/8).
Baginya, merawat PLTS bukan sekadar pekerjaan teknis. Tanggung jawab itu berarti menjaga agar ratusan warga tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang sebelumnya sulit mereka dapatkan.
Dengan memastikan sistem terus berfungsi, Alfredo turut menjaga keberlanjutan manfaat program sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya yang mereka miliki.
Di Lombok Tengah, kisah serupa juga dialami Burhanudin. Dahulu, Kelompok Masyarakat Tani Hutan Bina Lestari di Desa Tumpak kesulitan mengembangkan usaha karena keterbatasan energi.
Mesin produksi Virgin Coconut Oil (VCO) hanya dapat beroperasi secara terbatas sehingga hasil hutan yang dikelola masyarakat belum mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal.
Setelah hadirnya PLTS berkapasitas 6,6 kWp melalui Program Desa Energi Berdikari, keadaan mulai berubah. Burhanudin dipercaya menjadi pengelola sekaligus penjaga operasional pembangkit tersebut.
"Sekarang produksi bisa berjalan lebih lancar. Listrik dari PLTS membuat kami lebih percaya diri mengembangkan usaha," ujarnya.