- istimewa
Sosok Norman Joesoef di Mata Akademisi hingga Komentar DPR, Dosen Unhan: Berpotensi Perkuat Sinergi Kebijakan
Jakarta, tvOnenews.com - Balakangan ini mencuat soal isu mengenai Norman Joesoef, yang disebut-sebut akan menjadi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di media sosial. Sontak, kabar itu menuai komentar akademisi hingga elite politik.
Dosen tetap Fakultas Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) Ade Muhammad menilai, bahwa sosok Norman Joesoef dapat memberikan sinyal positif bagi penguatan sektor pertahanan nasional, khususnya dalam kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan transformasi industri pertahanan.
Bahkan kata dia, apabila isu tersebut benar dan nantinya ditetapkan secara resmi oleh Presiden, hal itu patut dipandang sebagai perkembangan yang positif.
Meski demikian, ia menegaskan tetap menghormati proses konstitusional dan keputusan resmi pemerintah. Menurutnya, penunjukan Wakil Menteri Pertahanan merupakan kewenangan Presiden sesuai kebutuhan kabinet dan arah kebijakan strategis nasional.
Menurut Ade, kehadiran alumni Universitas Pertahanan pada posisi strategis pemerintahan akan menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan tinggi pertahanan.
Hal itu menunjukkan bahwa investasi negara dalam pembangunan sumber daya manusia pertahanan mampu menghasilkan kader-kader yang berkontribusi pada level pengambilan kebijakan nasional.
"Apabila isu tersebut benar dan nantinya ditetapkan secara resmi oleh Presiden, maka saya sebagai mantan dosennya tentu merasa sangat gembira, bangga, dan memberikan dukungan. Namun demikian, saya tetap menghormati proses konstitusional dan keputusan resmi pemerintah," ujar Ade.
Ia menambahkan, langkah Presiden yang memberikan ruang kepada generasi muda merupakan hal yang patut diapresiasi.
Dalam pandangannya, tata kelola pertahanan modern membutuhkan kombinasi antara kebijaksanaan generasi senior dan inovasi generasi muda agar kebijakan yang dihasilkan lebih adaptif terhadap ancaman strategis abad ke-21, mulai dari artificial intelligence, cyber defense, unmanned systems, ruang angkasa, hingga teknologi dual-use yang berkembang sangat cepat.
Lebih lanjut, Ade menilai penunjukan Norman Joesoef berpotensi membawa dampak positif bagi industri pertahanan dan teknologi pertahanan nasional. Dari pengalaman akademiknya, Norman dinilai memiliki keberanian berpikir strategis dan pendekatan systems thinking yang penting dalam pembangunan industri pertahanan jangka panjang.