- Istimewa
Sokong Pemberdayaan Masyarakat Desa, B8C Diganjar Penghargaan
Jakarta, tvOmenews.com - Barisan 8 Center (B8C) terus mendorong pemberdayaan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Lantas langkah yang dilakukan oleh B8C itu turut mendapat apresiasi berupa penghargaan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (LPM RI).
Apresiasi tersebut diberikan kepada Ketua Umum B8C, Andrio Caesario atas yang dinilai konsisten dalam pembinaan masyarakat dan penguatan ekonomi akar rumput, berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Andrio menilai masyarakat desa memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi apabila mendapatkan akses terhadap pengetahuan, pendampingan, permodalan, serta pasar.
Ia mengaku pihaknya terus berkomitmen melakukan pembinaan masyarakat diarahkan tidak hanya pada aspek sosial, tetapi juga pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Hal itu dilakukan melalui edukasi dan pendampingan mengenai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Pemberdayaan masyarakat harus menyentuh langsung akar rumput. Kita ingin masyarakat di desa, termasuk yang berada di pelosok, memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya melalui potensi yang mereka miliki,” kata Andrio, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Andrio mengatakan UMKM menjadi salah satu sektor penting yang dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan usaha, peningkatan kualitas produk, pemasaran, hingga perluasan akses pasar menjadi bagian penting dalam program pemberdayaan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan produktif.
“Sejalan dengan komitmen Barisan 8 Center memperluas pembinaan masyarakat ke berbagai wilayah dengan menggandeng sejumlah pihak, agar berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Andrio.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Djamari Chaniago menekankan keberhasilan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan sosial, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, tertib, harmonis, dan produktif.
“Kolaborasi pemerintah dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menjaga stabilitas serta memperkuat ketahanan sosial. Karena itu, partisipasi masyarakat harus terus dibangun dan diberi ruang dalam setiap proses pembangunan,” ujarnya.