news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Viral! Runner Up Raka Raki Jatim Diduga Minta Kekasih Lakukan Aborsi, IRARI Bentuk Tim Independen.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Viral! Runner Up Raka Raki Jatim Diduga Minta Kekasih Lakukan Aborsi, IRARI Bentuk Tim Independen

IRARI Jatim akhirnya buka suara terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret TFR. Organisasi membentuk tim independen dan menegaskan keselamatan
Senin, 10 Agustus 2026 - 12:19 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ikatan Raka Raki Jawa Timur (IRARI Jatim) akhirnya mengambil sikap terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret salah satu anggotanya, TFR. Pernyataan tersebut muncul setelah isu yang berawal dari unggahan media sosial berkembang luas dan menjadi perhatian publik.

Alih-alih langsung menyimpulkan perkara, IRARI Jatim menyatakan akan melakukan pemeriksaan melalui tim independen. 

Organisasi menegaskan proses tersebut tetap harus berjalan dengan menghormati investigasi serta mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

IRARI Jatim Tegaskan Sikap terhadap Dugaan Kekerasan Seksual

Pernyataan resmi IRARI Jatim diterbitkan di Surabaya pada 8 Agustus 2026. Organisasi tersebut menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang bertentangan dengan hukum, etika, maupun nilai kemanusiaan.

"Terkait Dugaan Tindak Kekerasan Seksual yang Melibatkan Anggota Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Kami Ikatan Raka Raki Jawa Timur menyatakan sikap tegas atas dugaan tindakan kekerasan seksual yang melibatkan anggota organisasi. Kami mengecam segala bentuk kekerasan, pelecehan, atau penyalahgunaan kekuasaan yang melanggar hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan," demikian pernyataan IRARI Jatim yang dikutip dari akun Instagram @rakaraki_jatim, Senin (10/8/2026).

IRARI Jatim menyatakan akan menindak pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan ketentuan internal organisasi. Namun, langkah tersebut akan dilakukan setelah proses pemeriksaan berjalan.

"Kami berkomitmen menindak terduga pelaku sesuai aturan internal yang berlaku, dengan tetap menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung. Saat ini kami membentuk tim independen yang adil dan transparan untuk mengusut tuntas kasus ini," lanjut pernyataan tersebut.

Tangkapan layar isi chat viral soal aborsi
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram Ingintauindonesia

Organisasi juga menegaskan bahwa sampai proses pemeriksaan selesai, dugaan yang beredar tidak dapat langsung dianggap sebagai fakta hukum.

Tim Independen Dibentuk, Keselamatan Pihak Terdampak Jadi Prioritas

Salah satu poin penting dalam pernyataan IRARI Jatim adalah pembentukan tim independen. Tim tersebut ditujukan untuk memastikan dugaan perkara diperiksa secara adil, transparan, dan tidak berhenti pada informasi yang beredar di media sosial.

Langkah ini menjadi penting mengingat isu tersebut sebelumnya berkembang melalui sejumlah unggahan Instagram, Threads, serta tangkapan layar percakapan WhatsApp yang disebut-sebut berkaitan dengan TFR dan seorang perempuan yang mengaku sebagai pacarnya.

Dalam materi yang beredar, muncul pembahasan mengenai kehamilan, permintaan aborsi hingga wacana membawa perempuan tersebut ke Singapura. 

Namun, keaslian percakapan, konteks komunikasi, serta seluruh tuduhan masih perlu diverifikasi.

IRARI Jatim juga menempatkan perlindungan pihak terdampak sebagai bagian penting dari penanganan kasus.

Surat Pernyataan Sikap IRARI JAWA TIMUR
Sumber :
  • Instagram Rakaraki Jatim

"Keselamatan, pemulihan, dan kerahasiaan identitas korban adalah prioritas utama bagi kami," tulis IRARI Jatim.

Organisasi tersebut bahkan membuka saluran aman bagi korban maupun saksi lain yang merasa mengalami atau mengetahui kejadian serupa.

"Kami memohon maaf dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem pencegahan agar kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan," lanjut pernyataan tersebut.

TFR Terancam Kehilangan Gelar Raka Raki Jawa Timur

Persoalan ini muncul tidak lama setelah Pemilihan Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur 2026 berakhir. Grand final berlangsung di Ballroom Giriloka Hotel Aston Gresik pada Jumat (7/8/2026).

Deninta Vasthy Berliani dari Kota Surabaya dan Akhdan Muhammad Zahran Wibisono dari Kabupaten Malang kemudian ditetapkan sebagai Raka-Raki Jawa Timur 2026. Sementara itu, TFR disebut sebagai salah satu runner up dari Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, sebelumnya menyatakan pihaknya bersama IRARI Jatim telah memanggil TFR untuk meminta keterangan.

"Nanti hari Selasa kami akan membuat sidang, jadi nanti keputusannya apa akan kami sampaikan berikutnya. Tapi sanksi terberat adalah pencabutan gelar dan pencoretan nama yang bersangkutan dalam Ikatan Raka Raki," kata Evy kepada detikJatim, Senin (10/8/2026).

Dengan demikian, nasib TFR sebagai bagian dari Raka-Raki Jawa Timur kini menunggu hasil pemeriksaan dan sidang internal. Belum ada putusan yang menyatakan TFR terbukti melakukan tindak pidana.

Dari sisi hukum, apabila nantinya ditemukan unsur kekerasan seksual, perkara dapat diperiksa berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). 

Sementara dugaan tindakan terkait aborsi juga harus dilihat berdasarkan fakta, kondisi kehamilan, ada atau tidaknya paksaan, serta tindakan konkret yang dilakukan. (udn)
 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

12:26
07:42
02:46
16:21
01:20
01:09

Viral