- Soul Community.
Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara
Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah meningkatnya tekanan hidup dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, praktik meditasi semakin banyak dipilih sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri. Namun, bagi sebagian orang, meditasi masih identik dengan aturan yang dianggap rumit, mulai dari keharusan duduk dalam posisi tertentu, mengatur napas secara disiplin, hingga mengosongkan pikiran.
Pandangan tersebut membuat banyak orang merasa meditasi sulit dilakukan. Padahal, sejumlah pendekatan meditasi justru berkembang dengan metode yang lebih fleksibel dan berfokus pada pengelolaan kondisi batin, bukan semata-mata pada aspek fisik.
Salah satu pendekatan yang mengemuka adalah SOUL Reflection, metode meditasi yang dikembangkan oleh Bunda Arsaningsih. Berbeda dengan teknik meditasi yang menekankan pengosongan pikiran, pendekatan ini mengajak praktisi untuk mengamati gejolak batin, mengenali emosi yang muncul, lalu berupaya menenangkannya melalui proses refleksi dan kesadaran spiritual.
Menurut Bunda Arsaningsih, teknik tersebut lahir dari pengalaman panjangnya mempelajari berbagai jenis meditasi, mulai dari meditasi duduk diam, pengaturan napas, hingga penggunaan mantra. Ia kemudian menyimpulkan bahwa tidak semua metode memberikan perubahan kondisi mental yang signifikan pada setiap individu.
Dalam praktiknya, seseorang tidak harus duduk diam dalam posisi tertentu. Bagi pemula, latihan dapat dilakukan dengan meluangkan waktu sejenak untuk mengamati pikiran dan perasaan yang sedang muncul. Sementara bagi praktisi yang sudah terbiasa, proses tersebut bahkan dapat dilakukan di tengah aktivitas sehari-hari.
Pendekatan ini juga menekankan pentingnya mengenali masalah kesehatan mental sejak dini. Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, MPMH, yang menyebut seseorang umumnya akan mengalami masalah kesehatan mental terlebih dahulu sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi gangguan mental yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu peserta, Santi dari Jakarta, mengaku memperoleh pengalaman yang berbeda setelah mengikuti metode tersebut.
“Setelah mengikuti meditasi ini, saya menjadi lebih terbuka untuk mengenal diri. Seperti kutipan Bunda: barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya," kata dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).