news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi meditasi..
Sumber :
  • Soul Community.

Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Di tengah meningkatnya tekanan hidup dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, praktik meditasi semakin banyak dipilih sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah meningkatnya tekanan hidup dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, praktik meditasi semakin banyak dipilih sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri. Namun, bagi sebagian orang, meditasi masih identik dengan aturan yang dianggap rumit, mulai dari keharusan duduk dalam posisi tertentu, mengatur napas secara disiplin, hingga mengosongkan pikiran.

Pandangan tersebut membuat banyak orang merasa meditasi sulit dilakukan. Padahal, sejumlah pendekatan meditasi justru berkembang dengan metode yang lebih fleksibel dan berfokus pada pengelolaan kondisi batin, bukan semata-mata pada aspek fisik.

Salah satu pendekatan yang mengemuka adalah SOUL Reflection, metode meditasi yang dikembangkan oleh Bunda Arsaningsih. Berbeda dengan teknik meditasi yang menekankan pengosongan pikiran, pendekatan ini mengajak praktisi untuk mengamati gejolak batin, mengenali emosi yang muncul, lalu berupaya menenangkannya melalui proses refleksi dan kesadaran spiritual.

Menurut Bunda Arsaningsih, teknik tersebut lahir dari pengalaman panjangnya mempelajari berbagai jenis meditasi, mulai dari meditasi duduk diam, pengaturan napas, hingga penggunaan mantra. Ia kemudian menyimpulkan bahwa tidak semua metode memberikan perubahan kondisi mental yang signifikan pada setiap individu.

Dalam praktiknya, seseorang tidak harus duduk diam dalam posisi tertentu. Bagi pemula, latihan dapat dilakukan dengan meluangkan waktu sejenak untuk mengamati pikiran dan perasaan yang sedang muncul. Sementara bagi praktisi yang sudah terbiasa, proses tersebut bahkan dapat dilakukan di tengah aktivitas sehari-hari.

Pendekatan ini juga menekankan pentingnya mengenali masalah kesehatan mental sejak dini. Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, MPMH, yang menyebut seseorang umumnya akan mengalami masalah kesehatan mental terlebih dahulu sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi gangguan mental yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu peserta, Santi dari Jakarta, mengaku memperoleh pengalaman yang berbeda setelah mengikuti metode tersebut.

“Setelah mengikuti meditasi ini, saya menjadi lebih terbuka untuk mengenal diri. Seperti kutipan Bunda: barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya," kata dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Tidak Mengosongkan Pikiran

Banyak orang merasa gagal bermeditasi karena menganggap pikiran harus benar-benar kosong. Dalam pendekatan SOUL Reflection, pikiran justru dipandang sebagai instrumen untuk mengenali diri sendiri.

Ketika seseorang mencoba menekan pikiran secara paksa, emosi yang belum selesai sering kali justru tersimpan lebih dalam. Karena itu, praktisi diajak mengamati rasa dan pikiran yang muncul, kemudian mengelolanya secara sadar.

Pendekatan tersebut dirasakan pula oleh Ira Sophia, seorang wirausaha di bidang arsitektur interior desain di Singapura.

“Melalui teknik Meditasi SOUL Reflection, saya belajar untuk tidak hanya memendam masalah, tetapi benar-benar 'membersihkan' akar masalah tersebut. Kini, hidup saya terasa jauh lebih ringan dan bermakna. Bagi saya, ajaran Bunda bukan sekadar meditasi biasa; ini adalah cara untuk mengenali Pure Self atau jati diri yang murni. Saya merasa lebih selaras dalam aspek kesehatan, relasi, hingga keberlimpahan," bebernya.

Bunda Arsaningsih menjelaskan bahwa metode ini berangkat dari perjalanan spiritual yang panjang, termasuk pengalaman meditasi, penyembuhan, pencarian makna hidup, hingga perjalanan ke sejumlah tempat yang dianggap memiliki nilai spiritual.

Dari proses tersebut, ia menyimpulkan bahwa perubahan kondisi batin memerlukan keterhubungan dengan kekuatan yang lebih besar daripada diri sendiri, yakni Tuhan. Karena itu, SOUL Reflection dirancang sebagai ruang yang inklusif dan dapat diikuti oleh siapa saja, tanpa dibatasi latar belakang agama tertentu.

Tiga Tahap Pengelolaan Batin

Metode ini dibangun di atas tiga tahapan utama, yaitu identifikasi, pemurnian, dan pengisian kembali energi positif.

Tahap identifikasi dilakukan dengan mengamati respons diri terhadap berbagai situasi yang memicu kecemasan, kesedihan, atau tekanan batin. Tahap berikutnya adalah pemurnian, yaitu upaya membersihkan emosi dan luka batin, kemudian dilanjutkan dengan mengisi kembali diri melalui niat baik, doa, cinta kasih, dan tindakan positif.

Gita Yohanna Thomdean, peserta dari Purbalingga, mengatakan bahwa tahapan tersebut memberinya cara pandang baru mengenai proses memperbaiki diri.

“Saya merasa sangat nyaman dan damai karena memperluas pemahaman bahwa kita bisa melakukan top up tabungan karma baik secara energi, tidak selalu harus berorientasi pada sedekah materi. Di akhir meditasi, kami juga dituntun untuk pelayanan, seperti mendoakan bumi dan semua ciptaan Tuhan agar hidup harmonis, damai, dan penuh cinta," ungkapnya.

Bunda Arsaningsih menyebut waktu pagi, terutama sekitar pukul 03.00–05.00, sebagai salah satu momen yang baik untuk melakukan refleksi karena suasana masih tenang dan belum banyak dipengaruhi aktivitas luar.

Selain dilakukan secara pribadi, meditasi bersama juga dianggap dapat memberikan dukungan emosional melalui resonansi kelompok. Praktik tersebut kini rutin dilakukan melalui komunitas daring yang diikuti peserta dari berbagai daerah dan sejumlah negara.

Komalasari, peserta yang tinggal di Stuttgart, Jerman, mengaku menemukan arah baru setelah mengikuti praktik tersebut.

“Selama lima tahun saya mencari dan mencoba beberapa jenis meditasi, namun saya akhirnya melabuhkan hati pada Soul Reflection. Saat saya berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, saya seperti menemukan cahaya harapan dan tidak lagi bingung ke mana harus melangkah. Saya sangat bersyukur bisa belajar Soul Reflection dan Soulmeter dari Bunda Arsaningsih dan SOUL," pungkasnya.

Sementara itu, Nunung, peserta dari Surabaya, menilai manfaat meditasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketenangan pikiran, tetapi juga kondisi fisik.

“Bagi saya, Meditasi Soul Reflection bisa menjadi sarana memperbaiki diri sendiri (muhasabah) serta membuat kita lebih sehat secara batin dan jasmani," tuturnya. (cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:50
02:12
01:13
01:26
01:32
03:29

Viral