- VKTR
Universitas Negeri Yogyakarta Gunakan Bus Listrik 8 Meter VKTR, Perkuat Kolaborasi Industri Nasional untuk Mobilitas Kampus Berkelanjutan
tvOnenews.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (“VKTR”), pionir manufaktur kendaraan listrik komersial pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia, resmi menyerahkan dua unit Bus Listrik 8 Meter kepada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Selasa (11/8) di Kampus UNY, Yogyakarta sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung transformasi mobilitas yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi ini menjadi wujud kepercayaan terhadap kemampuan industri nasional dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang andal dan sesuai dengan kebutuhan operasional. Sebagai pabrikan kendaraan listrik komersial yang berbasis di Magelang, Jawa Tengah, VKTR terus berkomitmen mengembangkan inovasi yang dirancang dan diproduksi di dalam negeri untuk mendukung penguatan ekosistem kendaraan listrik Indonesia.
Bus listrik yang digunakan UNY merupakan Bus Listrik VKTR 8 Meter, yang dirancang untuk mendukung mobilitas kawasan dengan kapasitas hingga 30 penumpang dalam konfigurasi duduk dan berdiri. Kendaraan ini menggunakan sistem penggerak sepenuhnya bertenaga listrik dengan jarak tempuh hingga 270 kilometer dalam satu kali pengisian daya, sehingga mampu mendukung operasional harian secara efisien sekaligus menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Penggunaan bus listrik ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan mobilitas sivitas akademika sekaligus menjadi sarana edukasi nyata mengenai penerapan teknologi transportasi ramah lingkungan di lingkungan kampus.
Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan oleh UNY dalam mengadopsi kendaraan listrik sebagai armada mobilitas lingkungan kampus,
“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Universitas Negeri Yogyakarta kepada VKTR. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa produk manufaktur dalam negeri mampu menjawab kebutuhan mobilitas institusi dengan solusi yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Kami berharap kehadiran bus listrik ini tidak hanya mendukung operasional kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia”.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional dan pengurangan emisi sektor transportasi. Lingkungan kampus memiliki peran strategis sebagai ruang implementasi sekaligus pembelajaran bagi generasi muda mengenai pentingnya mobilitas rendah emisi dan pembangunan berkelanjutan. Bagi UNY, kehadiran bus listrik menjadi langkah nyata dalam menghadirkan sistem transportasi kampus yang lebih modern, nyaman, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat komitmen institusi terhadap prinsip keberlanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., menyampaikan, "Penggunaan bus listrik VKTR merupakan bagian dari upaya UNY dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau, sejalan dengan agenda kami mendukung SDGs 7,11, dan 13, bersama Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi poin 6 tentang kemitraan dan poin 5 tentang hasil kerja yang digunakan oleh masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman mobilitas yang lebih nyaman bagi sivitas akademika.
Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh implementasi teknologi ramah lingkungan di sektor pendidikan," VKTR turut menggandeng Laksana sebagai mitra karoseri produksi bus untuk UNY, "Kolaborasi Laksana dan VKTR untuk bus listrik UNY membuktikan satu hal. Industri karoseri dalam negeri mampu bersaing dengan produk CBU. Bus ini kami produksi dengan tingkat komponen dalam negeri yang tinggi, mulai dari struktur bodi, sistem kelistrikan, hingga proses perakitan akhir. Standar kualitas dan keamanannya kami jaga setara dengan produk impor. Tapi ini bukan sekadar soal teknis. Kehadiran bus listrik di kampus UNY adalah langkah nyata menuju transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Ini juga mendukung agenda SDGs, khususnya di bidang energi bersih dan mobilitas rendah emisi. Sinergi antara industri dan perguruan tinggi seperti ini yang akan mempercepat transisi energi nasional", ungkap Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman.
Sebagai perusahaan yang berfokus pada elektrifikasi kendaraan komersial, VKTR terus memperluas implementasi solusi mobilitas listrik di berbagai sektor, mulai dari transportasi publik, logistik, kawasan industri, hingga institusi pendidikan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi transportasi yang tidak hanya rendah emisi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna melalui efisiensi operasional, kenyamanan, dan keandalan produk.
Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, VKTR percaya bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh sinergi antara industri, institusi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem mobilitas yang berkelanjutan di Indonesia.(chm)