- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Perayaan HUT ke-81 RI Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Budaya, Wastra, Kuliner dan UMKM Daerah
Hal serupa berlaku pada kuliner. Makanan khas daerah membawa cerita mengenai sejarah, kebiasaan, bahan pangan lokal, hingga cara masyarakat mengolah dan mempertahankan resep secara turun-temurun.
Dalam konteks perayaan kemerdekaan, keberadaan kuliner dan komoditas lokal dapat menjadi cara sederhana untuk mengenalkan keragaman Indonesia tanpa harus selalu melalui acara formal.
Dari Komunitas hingga Ruang Hospitality
Rangkaian apresiasi budaya tersebut juga menunjukkan semakin beragamnya pihak yang terlibat dalam upaya mengenalkan budaya Indonesia.
Pemerintah daerah, komunitas, pelaku UMKM, seniman hingga sektor swasta dapat mengambil peran melalui ruang yang mereka miliki. Salah satu kegiatan yang mengambil pendekatan tersebut adalah Discover Nusantara yang digelar Hotel Borobudur Jakarta sepanjang Agustus 2026.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI dan melibatkan 24 provinsi melalui kolaborasi dengan Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia. Agenda yang disiapkan meliputi Lomba Busana “Satu Nusantara, Satu Indonesia”, Pagelaran Budaya Nusantara, serta Bazar Nusantara.
Selain itu, terdapat agenda Bhinneka Wastra Nusantara pada 15–16 Agustus yang digelar bersama Yayasan Negeri Rempah. Kegiatan tersebut mengangkat kain tradisional dan filosofi di baliknya. Ada pula Potret Berkain bersama Komunitas Berbagi Rasa yang mengajak masyarakat menggunakan kain tradisional.
- Ilustrasi
Dari sisi kuliner, terdapat program Nasi Kemerdekaan dan Mooncake Festival yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari kegiatan menyambut peringatan kemerdekaan.
“Beragam program dihadirkan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kami berharap masyarakat dapat menikmati momentum kemerdekaan sekaligus merasakan pengalaman budaya, kuliner, dan hospitality yang kami hadirkan,” ujar Anggi Ayuningtyas.
Pada akhirnya, perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang seremonial tahunan. Momentum tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk kembali melihat kekayaan budaya Indonesia, sekaligus memberi ruang bagi karya masyarakat daerah agar tetap dikenal, digunakan, dan berkembang di tengah perubahan zaman. (udn)