news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Terungkap! 2 Rencana Terakhir Siswi SMA Sebelum Tewas di Stasiun Jurangmangu, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

2 Rencana Terakhir Siswi SMK Sebelum Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Siswi kelas X berinisial A tewas tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Polisi masih menyelidiki kronologi dan penyebab kejadian.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:44 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perjalanan Commuter Line Green Line rute Tanah Abang-Parung Panjang sempat terganggu pada Senin (10/8/2026) sore setelah seorang siswi SMK tertemper kereta di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.45 WIB itu berujung pada meninggalnya korban. Korban diketahui merupakan siswi kelas X berinisial A, berusia 16 tahun. 

Polisi masih berupaya mengungkap rangkaian kejadian, termasuk bagaimana korban dapat berada di jalur perjalanan kereta. 

Hingga kini, penyebab pasti insiden belum disimpulkan karena penyidik masih melakukan identifikasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Polisi Masih Telusuri Penyebab Kejadian

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum dapat memastikan apakah korban berada di jalur kereta akibat kecelakaan atau terdapat faktor lain.

“Belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek. Dan baru datang, jasad baru, baru dibawa ke rumah sakit ke RSUD ya,” kata Boy.

Ia mengatakan kesimpulan mengenai penyebab kejadian baru dapat disampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan dilakukan.

“Lagi dalam proses ya. Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini,” ujarnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk dibawa ke RSUD Tangerang Selatan. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap informasi dan keterangan yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Dalam sejumlah laporan yang beredar, terdapat dugaan bahwa korban sengaja berada di jalur kereta. Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta karena polisi masih melakukan penyelidikan.

Seorang siswi SMA kelas 10 tewas usai tertemper commuter line atau kereta api listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, pada Senin (10/8).
Sumber :
  • Istimewa

Evakuasi Sempat Ganggu Perjalanan KRL

Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan insiden tersebut terjadi ketika Commuter Line Green Line sedang melayani perjalanan rute Tanah Abang-Parung Panjang.

Petugas kepolisian tiba di Stasiun Jurangmangu sekitar pukul 17.30 WIB. Proses evakuasi kemudian dilakukan terhadap korban yang diketahui berjenis kelamin perempuan.

Sekitar pukul 18.30 WIB, evakuasi dinyatakan selesai dan korban dibawa ke RSUD Tangerang Selatan. Pihak keluarga juga telah mendapat informasi mengenai kejadian tersebut dan datang ke stasiun.

“Pihak keluarga juga telah kami kabari dan datang ke Stasiun Jurangmangu,” ujar Leza.

KAI Commuter menyebut penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama kepolisian, petugas medis, dan keluarga korban.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Stasiun Jurangmangu,” ujar Leza.

Insiden tersebut sempat menyebabkan keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung selama proses penanganan. Setelah korban dievakuasi, perjalanan kereta dapat kembali melintas di lokasi.

Leza juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna KRL yang terdampak gangguan perjalanan.

“Keselamatan pengguna, petugas, dan perjalanan Commuter Line tetap menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Unggahan Terakhir Korban Jadi Sorotan

Di tengah proses penyelidikan, sejumlah unggahan yang disebut berkaitan dengan korban kemudian menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah tulisan yang disebut dibuat korban melalui status WhatsApp sebelum kejadian.

Dalam unggahan tersebut terdapat dua bagian yang disebut sebagai “Rencana A” dan “Rencana B”. Rencana A berisi sejumlah keinginan korban setelah menyelesaikan pendidikan, antara lain menjadi scriptwriter, keluar dari rumah, serta mencari pertolongan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Rencana B hanya menampilkan gambar kereta yang sedang melintas.

Unggahan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa korban mungkin telah merencanakan tindakannya. Namun, isi unggahan media sosial tidak dengan sendirinya dapat membuktikan penyebab kematian ataupun motif seseorang.

Karena itu, dugaan mengenai adanya kesengajaan masih harus menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta. Masyarakat diminta tidak berada atau beraktivitas di jalur perjalanan kereta karena risiko kecelakaan sangat tinggi.

Sementara itu, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi sebelum siswi tersebut tertemper Commuter Line di Stasiun Jurangmangu. (udn)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
10:25
04:20
02:32
05:01
25:05

Viral