- Ist
Status Terakhir Siswi SMK yang Tewas Tertemper KRL Jurangmangu: "Bout To Attempt, Sorry If Your Train Got Delayed"
tvOnenews.com - Sebuah unggahan singkat di media sosial mendadak menjadi perhatian publik setelah seorang siswi SMK berinisial AP (16) meninggal dunia usai tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di area Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026) sore.
Kalimat yang diduga ditulis sekitar satu jam sebelum insiden itu kini ramai dibicarakan, meski aparat kepolisian menegaskan penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan.
Dalam unggahan yang beredar, terdapat kalimat berbahasa Inggris, "Bout to attempt, sorry if your train got delayed", yang kurang lebih bermakna permintaan maaf apabila perjalanan kereta mengalami keterlambatan.
Postingan tersebut kemudian dikaitkan warganet dengan insiden yang terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan hubungan langsung antara unggahan media sosial itu dengan peristiwa yang menewaskan siswi kelas X tersebut.
Unggahan Terakhir Muncul Sekitar Satu Jam Sebelum Kejadian
AP diketahui merupakan siswi kelas X di salah satu SMK swasta di Tangerang Selatan. Setelah kabar meninggalnya tersebar, sejumlah akun media sosial yang diduga miliknya menjadi perhatian publik.
Salah satu unggahan disebut dibuat sekitar pukul 15.40 WIB, atau kurang lebih satu jam sebelum insiden di Stasiun Jurangmangu. Dalam unggahan itu terdapat kalimat yang berisi permintaan maaf terkait kemungkinan terganggunya perjalanan kereta.
Sebelumnya, akun yang diduga milik AP juga disebut pernah membagikan konten mengenai rencana hidup di masa mendatang. Dalam sebuah status yang beredar, ia menuliskan dua pilihan yang disebut sebagai "Rencana A" dan "Rencana B".
- Istimewa
Rencana A berisi keinginannya setelah menyelesaikan pendidikan.
"Lulus sekolah menengah atas, menjadi scriptwriter, keluar dari rumah, dan mencari pertolongan yang dibutuhkan."
Sementara "Rencana B" hanya disertai gambar kereta yang sedang melintas.
Unggahan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah seluruh konten tersebut benar-benar dibuat oleh korban dan apakah memiliki kaitan langsung dengan insiden di Stasiun Jurangmangu.
Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi
Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian.
Polisi telah melakukan identifikasi korban, pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.
"Belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek. Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini," ujar Boy.
Menurutnya, publik diminta tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab korban berada di jalur rel sebelum seluruh bukti dan keterangan diperiksa secara menyeluruh.
Jasad AP telah dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga saat ini, kepolisian belum mengumumkan kesimpulan mengenai penyebab peristiwa tersebut.
Perjalanan KRL Sempat Mengalami Gangguan
Insiden itu juga berdampak pada perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung. KRL Green Line relasi Tanah Abang-Parung Panjang sempat mengalami keterlambatan selama proses penanganan.
Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Petugas kepolisian tiba di Stasiun Jurangmangu sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung melakukan proses evakuasi bersama petugas terkait.
Sekitar pukul 18.30 WIB, proses evakuasi selesai dan korban kemudian dibawa ke RSUD Tangerang Selatan. Pihak keluarga juga telah diberi tahu dan datang ke stasiun.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Stasiun Jurangmangu," ujar Leza.
KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna KRL atas keterlambatan perjalanan selama proses penanganan berlangsung.
"Keselamatan pengguna, petugas, dan perjalanan Commuter Line tetap menjadi prioritas kami," katanya.
Setelah proses evakuasi selesai, perjalanan KRL kembali dapat melintas di lokasi kejadian secara bertahap. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
Unggahan terakhir seseorang tidak selalu dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab sebuah kejadian. Hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan, kronologi dan alasan AP berada di jalur KRL masih menjadi bagian dari proses yang sedang didalami kepolisian. (udn)