- YouTube Deddy Corbuzier - CURHAT BANG Denny Sumargo
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?
Jakarta, tvOnenews.com - Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan melalui mantan istrinya tersebut.
Permintaan audit itu muncul di tengah proses gugatan hak asuh anak yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pihak Ruben menilai penggunaan dana nafkah perlu dipertanggungjawabkan secara rinci agar hak anak benar-benar terpenuhi.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengatakan bahwa permintaan audit bukan ditujukan untuk menyerang Sarwendah sebagai mantan pasangan, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan anak-anak mereka.
Menurut Minola, Ruben selama ini memberikan nafkah kepada anak-anak melalui Sarwendah sebagai pihak yang memegang hak asuh. Karena itu, ia menilai sudah sepatutnya ada laporan mengenai penggunaan dana tersebut.
"Memang sebaiknya setiap uang yang diberikan kepada wali, atau kepada orang yang mendapatkan hak asuh itu, mempertanggungjawabkan, kan begitu. Setiap uang yang dia terima, dipertanggungjawabkan ke mana pengeluarannya," ujar Minola di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
Ia menegaskan bahwa uang nafkah bukan merupakan hak mantan pasangan, melainkan hak anak yang harus dipastikan benar-benar digunakan untuk kebutuhan mereka.
"Sebenarnya ini kan juga untuk perlindungan kepada anak. Bahwa anak betul-betul mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya karena uang pemeliharaan, uang nafkah itu kan hak anak, bukan hak mantan," lanjutnya.
Lebih lanjut, Minola menyebut prinsip pertanggungjawaban tersebut juga memiliki dasar hukum yang jelas.
"Rujukannya kan juga ada tuh di Undang-Undang Perkawinan maupun Kompilasi Hukum Islam, karena banyak juga uangnya masuk ke walinya, tapi tidak sampai ke anaknya sehingga anaknya telantar," ujarnya.
Menurut Minola, persoalan mengenai rincian kebutuhan anak sebenarnya sudah lama menjadi perhatian pihak Ruben. Ia mengungkapkan bahwa kliennya berkali-kali mempertanyakan besarnya pengeluaran yang diklaim sebagai kebutuhan anak setiap bulan.
"Jadi inilah yang dari beberapa waktu yang lalu kan sudah kami sampaikan. Ruben berulang-ulang tuh mempertanyakan perincian kebutuhan anak ini riilnya seperti apa," terangnya.
Yang menjadi sorotan utama adalah nominal nafkah yang disebut mencapai lebih dari Rp200 juta per bulan. Pihak Ruben mempertanyakan apakah angka tersebut masih tergolong wajar untuk kebutuhan anak-anak yang masih di bawah umur.
"Kira-kira masuk akal enggak sih, ya kembali lagi ya, kita semuanya punya keluarga ya, punya anak gitu misalnya," ujarnya.
Ia bahkan menyinggung angka pengeluaran yang disebut berada di kisaran Rp200 juta hingga Rp263 juta per bulan.
"Masuk akal enggak sih pengeluaran seorang anak yang masih di bawah umur itu per bulannya 200 juta sampai 263 juta per bulan? Belum lagi biaya kartu kredit, gitu misalnya," tutupnya. (cmi)