- TVR Parlemen
Prabowo Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan, ABP Minta Manfaatnya Dikawal hingga Akar Rumput
“Anak-anak yang sehat, mendapatkan makanan bergizi dan pendidikan yang layak adalah investasi terbesar bangsa. Transformasi tidak boleh hanya terlihat dalam statistik. Transformasi harus hadir di meja makan rakyat, di sekolah, di layanan kesehatan, dan dalam terbukanya kesempatan kerja,” kata Umbas.
Karena itu, lanjut dia, keberpihakan kepada rakyat kecil harus terus menjadi benang merah kebijakan pemerintah, baik di bidang pangan, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial maupun penciptaan lapangan kerja.
Lebih lanjut, Umbas juga menilai keberanian pemerintah melakukan pembenahan BUMN sebagai bagian penting dari agenda transformasi ekonomi nasional.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengungkapkan pemerintah menemukan jumlah entitas BUMN yang sangat besar, termasuk anak, cucu hingga cicit perusahaan. Pemerintah kemudian melakukan penataan dengan target jumlah BUMN menjadi paling banyak 300 pada akhir 2026.
Menurut Umbas, restrukturisasi tersebut harus diarahkan untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat, efisien, profesional dan memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.
“BUMN harus benar-benar menjadi kekuatan ekonomi nasional. Struktur yang terlalu gemuk jangan sampai justru membebani dan membuat negara tidak efisien. Keberanian melakukan restrukturisasi patut didukung sepanjang arahnya jelas: memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing dan memperbesar manfaat BUMN bagi negara dan rakyat,” ujarnya.
Relawan Jangan Hanya Bertepuk Tangan
Lebih jauh, Umbas mengatakan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo juga harus menjadi refleksi bagi seluruh elemen pendukung pemerintah.
Menurut dia, relawan tidak boleh hanya hadir memberikan dukungan politik atau sekadar bertepuk tangan terhadap capaian pemerintah.
Setelah kontestasi politik selesai, ada tanggung jawab moral untuk ikut menjaga agar agenda pemerintahan tetap berada pada jalur kepentingan rakyat.
“Relawan jangan hanya hadir ketika pemilu dan jangan hanya bertepuk tangan ketika pemerintah berhasil. Tugas moral kita adalah ikut mengawal, memastikan program berjalan, sekaligus menjaga agar manfaatnya benar-benar sampai kepada rakyat, terutama mereka yang paling membutuhkan,” kata Umbas.
ABP, lanjut Umbas, akan terus mengambil posisi sebagai bagian dari kekuatan masyarakat yang mendukung sekaligus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga ke tingkat akar rumput.