news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian..
Sumber :
  • Kemendagri

Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk konsisten melakukan pendampingan serta supervisi terhadap jajaran pemerintah daerah (Pemda). 
Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan komitmen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk konsisten melakukan pendampingan serta supervisi terhadap jajaran pemerintah daerah (Pemda). 

Fokus utama dari peran pembinaan dan pengawasan ini salah satunya diarahkan pada transparansi serta efektivitas dalam mengelola anggaran di tingkat daerah.

Hal itu disampaikan Mendagri dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menekankan bahwa Kemendagri akan terus mengevaluasi perkembangan pendapatan dan belanja daerah. 

Berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri per 31 Juli 2026, total realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah provinsi dan kabupaten/kota mencapai Rp606,8 triliun atau 51,05 persen. 

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai Rp691,8 triliun atau 51,93 persen.

Di sisi lain, realisasi belanja daerah hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp538,6 triliun atau sekitar 42,5 persen. 

Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp576,4 triliun atau sekitar 41,7 persen.

Mendagri mengatakan, pada 5 Agustus 2026, pemerintah telah memberikan tambahan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp18,9 triliun kepada daerah. 

Anggaran tersebut diarahkan antara lain untuk membantu daerah yang menghadapi kesulitan dalam membiayai belanja pegawai, khususnya pembayaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta membantu daerah dengan kapasitas fiskal rendah.

“Dan ini sebagian masalahnya saya kira untuk pembayaran belanja pegawai hampir semuanya bisa diatasi,” ujar Mendagri.

Ia menambahkan, Kemendagri masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah daerah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri menekankan bahwa pemerintah pusat juga memberikan perhatian besar terhadap daerah terdampak bencana

Dukungan tersebut diwujudkan dengan terus mendorong agar daerah terdampak memperoleh dukungan fiskal yang memadai melalui tambahan TKD.

“Saran kami untuk mempercepat daerah-daerah ini juga pulih dan lebih baik, daerah-daerah ini juga diberikan kekuatan fiskal dengan TKD, tambahan TKD kepada mereka untuk prioritas. Jadi kalau ada tambahan TKD untuk secara nasional di samping yang daerah-daerah yang PAD yang rendah itu yang menjadi prioritas kedua adalah daerah bencana,” sambung Mendagri.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral