- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Pemerintah Matangkan Skema Insentif 1 Juta Motor Listrik, Airlangga Pastikan Anggaran Tersedia
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah sedang mematangkan skema insentif untuk target satu juta unit motor listrik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut anggaran untuk realisasi program tersebut sudah ada.
"Skemanya sedang dimatangkan, tapi tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada,” kata Airlangga usai Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jumat (14/8/2026).
Meski sudah terlihat, namun ia belum membeberkan rinician anggaran yang disiapkan dari pemerintah. Saat ini penghitungan masih dilakukan.
"Nanti kita lihat, karena nanti jumlahnya kita sedang hitung," ujarnya.
Airlangga menegaskan bahwa syarat bagi produsen dalam penerimaan insentif ini harus memenuhi rantai pasok dan kesiapan infrastruktur penunjang, seperti penggunaan baterai dan ekosistem yang terintegrasi.
"Pertama tentu mesti ada baterainya, kedua ekosistemnya yang kemarin sudah disiapkan," tegasnya.
Di sisi lain, Airlangga mengonfirmasi ada dua brand yang masuk ke akan menjadi bagian dalam program insentif satu juta unit motor listrik tersebut, yaitu Alva dan Gesits.
"Salah satunya Alva. Yang selas duanya Gesits," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan untuk memberikan insetif demi mengejar produksi 1 juta listrik hasil buatan dalam negeri.
Program ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) impor.
Presiden juga telah menegaskan, akan memberikan insentif yang cukup besar bagi produsen yang dapat memproduksi 1 juta motor listrik tersebut.
"Selain itu, hari ini kami umumkan akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (aha/aag)