news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi banjir.
Sumber :
  • unsplash/Iqro Rinaldi

Peneliti UI Ungkap Penyebab Banjir Garoga: Hujan Ekstrem Siklon Senyar Setara 300 Tahun

Kajian Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) FMIPA Universitas Indonesia (UI) mengungkap bahwa fenomena cuaca ekstrem akibat Siklon Senyar menjadi pemicu utama banjir bandang di Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:28 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kajian Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) FMIPA Universitas Indonesia (UI) mengungkap bahwa fenomena cuaca ekstrem akibat Siklon Senyar menjadi pemicu utama banjir bandang di Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

"Hasil temuan karena siklon Senyar mengakibatkan banjir bandang," tutur peneliti I-SER UI, Dr. Eko Kusratmoko.

Berdasarkan analisis pemodelan hidrologi dan hidrodinamik atas bencana yang terjadi pada 25 November 2025 tersebut, curah hujan harian tercatat mencapai 229,7 mm dengan total akumulasi mingguan melampaui 600 mm. Intensitas hujan yang luar biasa tinggi ini setara dengan periode ulang 300 tahunan.

Mengenai tutupan lahan, kajian menunjukkan adanya alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit di Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga pada periode 1990–2026. Namun, luasan alih fungsi ini hanya berkisar 10 persen dari keseluruhan DAS yang mencapai 445 kilometer persegi, serta letaknya yang tidak berkontribusi langsung pada bencana.

"Sebagian besar perubahan lahan sawit memang sebagian besar di bagian bawah, jadi sebenarnya tidak ada efeknya dengan banjir," ungkap Eko.

Faktor pendukung utama parahnya banjir bandang justru berasal dari longsoran hebat di area hulu. Pemetaan citra satelit mendeteksi setidaknya 1.572 titik longsor yang materialnya terbawa ke hilir dan menyumbat aliran sungai.

"Dari 1.572 titik , 81 persen ada di wilayah lahan hutan dengan lereng curam sampai sangat curam. Hujan yang ekstrem ini menimbulkan longsoran hebat di hulu dan kemudian aliran debris lumpur akan menutup di saluran, jebol dan terjadilah banjir bandang," paparnya.

Terkait isu aktivitas pertambangan Aek Pahu yang sempat diperbincangkan publik, hasil studi mengonfirmasi bahwa alirannya berada di wilayah terpisah.

"Aek Pahu posisinya di sebelah selatan. Aliran air dari Aek Pahu itu dari wilayah pertambangan mengalir juga ke bagian hilir Sungai Garoga, sudah mendekati laut titiknya. Jadi tidak mengalir di tengah yang banjir ini, di luar sistem," jelaskan Eko.

Kajian I-SER UI ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Pihak peneliti menyarankan adanya pembenahan tata ruang wilayah untuk menentukan zona aman permukiman dan titik evakuasi, yang pelaksanaannya perlu disepakati bersama masyarakat setempat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:07
06:26
01:12
01:16
01:29
05:16

Viral