news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) tegas tolak bentuk pelanggaran dalam proses pemilihan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
Sumber :
  • Istimewa

Jelang Muktamar NU ke-35, Ulama Serukan Penolakan Risywah hingga Serangan Fajar

Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) bahkan secara tegas meminta seluruh pemegang hak suara menolak segala bentuk risywah atau suap dalam proses pemilihan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), seruan untuk menjaga marwah organisasi dari praktik politik uang dengan mengedepankan otoritas moral, keteladanan, serta komitmen untuk menolak risywah.

Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) bahkan secara tegas meminta seluruh pemegang hak suara menolak segala bentuk risywah atau suap dalam proses pemilihan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

Seruan tersebut disampaikan dalam Halaqah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bertajuk “Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)” di Jakarta, Jumat (21/8/2026). 

Forum itu dihadiri sejumlah pengurus syuriyah dan tanfidziyah serta para pengasuh pesantren untuk menyatukan komitmen menjelang Muktamar NU ke-35.

Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menyoroti munculnya dugaan pelanggaran dalam proses pengusulan nama calon AHWA. 

Ia menyebut praktik tersebut berpotensi menggeser tujuan awal sistem AHWA yang salah satunya dirancang untuk menghindari politik uang.

“Tujuan utama sistem AHWA ini untuk menghindari politik uang, eh sekarang yang terjadi sebaliknya. PBNU sudah mengeluarkan Pedoman Penyampaian Usulan Nama Calon AHWA secara resmi ada lima poin," kata Kiai Mujib. 

"Tapi dalam pelaksanaan ditengarahi banyak pelanggaran, baik prosedural maupun substansial. Indikasi ‘tembak di tempat’ dan paket lengkap dari institusi luar adalah bukti penyimpangan nyata," lanjutnya. 

Sorotan terhadap dugaan politik uang menjadi sensitif karena Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU. 

Berdasarkan informasi resmi panitia, Muktamar ke-35 NU akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 dengan agenda menentukan arah organisasi dan kepengurusan NU periode berikutnya. 

Ketua Tanfidziyah PWNU DKI KH Samsul Ma’arif juga mengkritik kondisi internal NU menjelang forum lima tahunan tersebut. “

"Ishlah itu hanya formalistik, di permukaan, sampai sekarang sejatinya tidak pernah ada ishlah antara keduanya. Bahkan dalam satu kesempatan bersama dengan Gus Yahya, DKI diminta mundur menjadi tuan rumah Muktamar, namun saya menolaknya,” ujar KH Samsul.

Sementara itu, KH Abdul Manan Ghoni menyerukan agar seluruh pengurus NU berani menolak suap dalam proses AHWA. 

“Segenap pengurus PWNU dan PCNU wajib hukumnya melawan suap AHWA, wajib tanpa terkecuali. Menerima suap itu adalah kebobrokan moral tertinggi yang tidak seharusnya dinormalisasi oleh para muktamirin,” ujarnya.

Forum Ulama Nahdliyyin kemudian mendorong seluruh muktamirin mengembalikan Muktamar NU pada semangat khidmah dan menolak praktik “Serangan Fajar” maupun “Tembak di Tempat”. 

Seruan tersebut menjadi perhatian menjelang Muktamar ke-35 NU yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:43
01:56
05:32
01:56
05:54
05:09

Viral