- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Jelang Muktamar ke-35 NU Memanas, Sosok Ini Beri Tantangang Bagi Kandidat Terkuat
Jakarta, tvOnenews.com - Mendekati perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sejumlah nama menguat dalam bursa kandidat Ketua Umum (Ketum) PBNU.
Terdapat empat nama mengerucut yang disebut bakal kuat memimpin organisasi islam itu yakni Miftachul Akhyar, Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Nusron Wahid.
Di tengah dinamika yang ada, terdapat aduan ke Bareskrim Polri dari kubu Gus Kikin kepada seorang warga NU yakni HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur.
Sebab, kubu Gus Kikin disebut melayangkan laporan ke Gus Lilur akibat tudingan terhadap dirinya yang disebut tak dapat membaca kitab kuning.
- Istimewa
Gus Lilur pun turut merespons laporan yang disebut dilayangkan kepadanya itu.
"Berhubung saya dipidana karena dituduh memfitnah Gus Kikin tidak bisa ngaji, tentu saya harus membuktikan secara hukum bahwa tuduhan tersebut memiliki dasar faktual," kata Gus Lilur kepada awak media, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Bukan hanya itu, Gus Lilur turut menantang keempat tokoh tersebut berupa uji mengarang dan membaca kitab kuning di arena Muktamar NU mendatang.
Hal ini ditujukan dirinya sebagai bentuk pembuktian yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gus Lilur menambahkan apabila dalam pengujian terbuka tersebut para pihak terbukti tidak menguasai literatur keilmuan Islam khususnya kitab kuning, dirinya mengajukan syarat moral agar mereka bersedia menimba ilmu kembali.
"Jika terbukti tidak bisa ngaji, saya meminta secara hormat agar mereka bersedia menjadi santri dan belajar di Pesantren Tambakberas—lokasi Muktamar NU—hingga benar-benar menguasai keilmuan tersebut," tegasnya.(raa)