- Kemendagri
Wamendagri Bima Arya Dorong APKASI Otonomi Expo 2026 Dapat Hasilkan Investasi Nyata
Kedua, memilih produk unggulan atau local champion yang kompetitif dan memiliki nilai pasar. Ketiga, memulai dari kebutuhan pasar dengan memetakan permintaan, standar, harga, sertifikasi, volume, serta calon pembeli.
Keempat, mengubah potensi daerah menjadi proyek yang siap dihitung dan ditawarkan dengan memperhatikan infrastruktur, investasi, perizinan, kelayakan, risiko, dan mitra.
Kelima, mengarahkan belanja pemerintah agar lebih produktif untuk mendorong produk dalam negeri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keenam, membangun rantai nilai antardaerah melalui kolaborasi antara daerah penghasil bahan baku, daerah pengolah, dan daerah pemasaran.
Ketujuh, mengukur dan mengawal seluruh hasil expo agar pertemuan bisnis berlanjut menjadi kontrak dan realisasi.
Dalam konteks tersebut, Bima menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah. Jejaring diperlukan mulai dari perencanaan, pembangunan infrastruktur yang saling terhubung, pemanfaatan sumber daya bersama, hingga pencarian alternatif pendanaan dan investasi.
Selain kolaborasi, integritas menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas untuk membangun kepercayaan investor.
Melalui AOE 2026, Bima berharap berbagai potensi kabupaten semakin terhubung dengan pasar dan investor sehingga mampu mendorong transaksi, investasi, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri; perwakilan duta besar dari berbagai negara; sejumlah gubernur dan bupati; Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi bersama jajaran pengurus; para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama kementerian/lembaga; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); serta perwakilan organisasi dan asosiasi. (dpi)