- CATCHPLAY+
Sinopsis Bloody Smart, Horor Junji Ito tentang Sekolah Mengerikan yang Pertaruhkan Nyawa Demi Nilai
Jakarta, tvOnenews.com — Bagaimana jadinya jika nilai akademik bukan lagi sekadar penentu kelulusan, tetapi menjadi syarat untuk tetap hidup? Premis mengerikan tersebut menjadi inti cerita serial live-action Bloody Smart (聰明鎮), yang mengadaptasi semesta horor karya maestro manga Jepang, Junji Ito.
Serial ini membawa penonton ke kota misterius bernama Chongming, sebuah wilayah yang dikenal memiliki tingkat kelulusan hingga 100 persen.
Namun, di balik reputasi tersebut terdapat sebuah lembaga bimbingan belajar yang menerapkan sistem pendidikan ekstrem. Para siswa dituntut mencapai nilai tinggi dengan konsekuensi yang jauh dari kata biasa.
Prinsip yang berlaku di tempat tersebut bahkan terdengar mengerikan: “Hanya mereka yang memiliki nilai tinggi berhak untuk bertahan hidup.”
Kisah Siswa yang Terjebak di Kota Misterius
Cerita Bloody Smart berpusat pada Zhao Jia-qi yang diperankan Buffy Chen. Ia pindah ke Chongming bersama ibunya, He Li-fen (Gigi Leung).
Kepindahan tersebut awalnya tampak seperti kehidupan baru bagi keduanya. Namun, situasi berubah setelah Zhao Jia-qi mengenal Lembaga Bimbingan Belajar Chongming.
Tempat tersebut bukan lembaga pendidikan biasa. Sistem yang diterapkan membuat siswa berada di bawah tekanan terus-menerus untuk mendapatkan nilai tinggi.
Perlahan, Zhao Jia-qi mulai berhadapan dengan berbagai kejanggalan yang tersembunyi di balik sistem pendidikan tersebut. Tekanan akademik pun berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para siswa.
Kengerian semakin terasa melalui keberadaan “Kelas Intensif Perorangan”, sebuah fasilitas yang dirancang dengan kondisi ekstrem.
Edison Song, pemeran Fu Ke-chin, menggambarkan ruang tersebut sebagai tempat yang membuat seseorang seolah dipaksa mencapai batas kemampuannya.
"Tempat itu sungguh menyiksa. Kamu harus membuka empat lapis pintu untuk masuk. Ruangannya sangat sempit sehingga kepalamu harus miring agar tidak membentur langit-langit. Tempat itu membuat seseorang mencapai batasnya—sebuah produk ekstrem yang hanya bisa diciptakan manusia," ujar Edison dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/8/2026).
Sekolah Penuh Tekanan dan Teror
Suasana Lembaga Bimbingan Belajar Chongming juga diperkuat dengan berbagai detail visual yang membuat sekolah tersebut terasa semakin tidak wajar.