- tvOnenews.com
Heboh, Seorang Ibu Melaporkan Guru yang Diduga Pukul Murid karena Tidak Mengerjakan PR
Jakarta, tvOnenews.com- Beredar sebuah kabar di media sosial, yang menarasikan diduga guru di Medan memukul murid karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).
Kabar ini menuai perhatian warganet di medsos, sebab sebuah akun medsos @rumpi_gosip menjelaskan seorang Ibu di Medan melaporkan guru. Sebab guru di sekolah diduga pukul anaknya.
Berdasarkan informasi yang dirangkum tvOnenews.com, adanya beberapa orang tua murid melapokan seorang guru ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan.
Sekitar 10 orang tua memutuskan melaporkan seorang guru, yang diduga melakukan pemukulan terhadap anaknya. Dikarenakan tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) ke Dinas Pendidikan pada Rabu (26/8).
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
“Orang tua datang tadi melaporkan bahwa terjadi semacam pemkln terhadap anak-anak karena alasannya tidak mengerjakan PR,” kata Mujiono saat ditemui di Kantor Disdik Kota Medan, Rabu (26/8), bunyi keterangan dalam medsos tersebut.
Setelah ditelusuri, Dinas Pendidikan telah memberikan penjelasan, jika pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mendalami laporan lebih jauh.
Disebutkan juga akan melakukan mediasi, seperti laporan yang berkembang di medsos. Jika adanya orang tua murid melaporkan seorang guru karena anaknya mendapatkan kekerasan fisik (pukulan).
"tadi melaporkan bahwa terjadi semacam pukulan terhadap anak-anak karena tidak mengerjakan pr," ucap Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik, Mujiono dalam video20detik, Sabtu (29/8).
"Itu tidak menjadi alasan karena sekolah ini kan ramah anak, Gimana pun apa prosesnya terjadi pada anak tidak boleh ada pemukulan," jelasnya.
Namun belum ada lagi kabar terbarunya. Tim tvOnenews.com akan mencoba menghubungi pihak terkait.
Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan kabar viral atau fenomena yang menjadi perhatian publik di media sosial
Sehubungan dengan kasus dugaan pemukulan pada siswa karena tidak mengerjakan PR di Medan ini. Nama sekolah belum diketahui pasti beserta jumlah murid yang dihukum.
Dugaan sementaranya, anak murid yang tidak mengerjakan PR sudah terjadi selama dua minggu. Para orang tua melaporkan guru tersebut atas dugaan kekerasan terhadap anak mereka berupa pemukulan dan menyuruh murid melakukan push-up.
Anak-anak yang dihukum, disebut tetap masuk sekolah. Tidak ada yang libur dan kelas berjalan normal seperti biasanya.
Namun, tidak ada murid yang mengalami luka. Hal ini pun masih menunggu kabar selanjutnya dari pihak Disdik.(klw)