news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-22 di Kuala Lumpur, Malaysia..
Sumber :
  • Ayimun.

750 Anak Muda dari 25 Negara Berkumpul di Malaysia, Bahas Bahas Masa Depan Dunia yang Makin Tak Terduga

Sebanyak 750 delegasi muda dari 25 negara berkumpul di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-22.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Sebanyak 750 delegasi muda dari 25 negara berkumpul di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-22. Selama empat hari, 21-24 Agustus 2026, mereka beradu gagasan membahas berbagai persoalan global yang semakin kompleks.

Mengusung tema “Turbulent Tomorrows: Diplomacy in an Age of Disruption and Division”, konferensi yang digelar International Global Network (IGN) tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk belajar diplomasi melalui simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para delegasi tidak sekadar menyampaikan pendapat. Mereka berperan sebagai perwakilan negara, melakukan riset mengenai isu internasional, bernegosiasi dengan delegasi lain, hingga menyusun solusi bersama.

Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal, mengatakan pengalaman dalam MUN seharusnya tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh peserta.

“MUN bukan hanya tentang mewakili suatu negara, menulis resolusi, memperdebatkan isu-isu global, atau memenangkan penghargaan. MUN adalah tempat di mana kalian berlatih berbagai keterampilan yang akan dibutuhkan dalam kehidupan nyata," ujar Muhammad Fahrizal, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (29/8/2026).

"Keterampilan pertama adalah keberanian untuk berbicara. Keterampilan kedua adalah kerendahan hati untuk mendengarkan. Keterampilan ketiga adalah belajar bagaimana untuk tidak setuju tanpa saling merendahkan. Keterampilan keempat adalah kemauan untuk mencoba sebelum kalian merasa benar-benar siap. Keterampilan hidup yang kalian latih di sini akan terus kalian bawa dalam perjalanan hidup kalian. Itulah nilai sesungguhnya dari MUN,” sambungnya.

Pembukaan AYIMUN ke-22 turut dihadiri Director General of Higher Education, Department of Higher Education, Ministry of Higher Education of Malaysia, YBhg. Datuk Professor Dr. Azlinda binti Azman; Minister Counsellor KBRI Kuala Lumpur Fery Iswandi; serta Speaker of the Dewan Rakyat Malaysia YB Tan Sri Dato’ Dr. Johari bin Abdul.

Azlinda menilai tema konferensi relevan dengan kondisi dunia saat ini. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan berdialog dan memahami perbedaan.

“Tema AYIMUN ke-22 sangat relevan dengan dunia yang kita jalani saat ini. AYIMUN menyediakan platform bagi generasi muda untuk terhubung melintasi batas negara, mengenal berbagai perspektif, memperoleh pengetahuan, membangun empati, dan yang paling penting, belajar untuk mendengarkan serta mengusulkan solusi bersama orang lain," ungkapnya.

"Diplomasi adalah keterampilan yang kita semua butuhkan. Diplomasi penting untuk menghadapi ketidakpastian, memahami perbedaan, membangun kepercayaan, dan menemukan titik temu. Selama kalian berpartisipasi dalam AYIMUN, saya ingin menyampaikan pesan penting. Pertama, carilah kebenaran di tengah dunia yang dipenuhi misinformasi dan kecerdasan buatan. Kedua, pilihlah dialog. Kita berasal dari negara, budaya, komunitas, dan latar belakang yang berbeda. Namun, perbedaan pendapat tidak seharusnya berubah menjadi perpecahan. Ketiga, ubahlah diskusi menjadi tindakan," tambahnya.

Sementara itu, Fery Iswandi mendorong peserta memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas wawasan dan jejaring.

“Kalian hidup di dunia yang sangat berbeda dari dunia generasi sebelumnya. Kalian akan membahas berbagai isu seperti polusi udara, limbah industri, dan berbagai tantangan lainnya. Saya berharap kalian dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, membangun persahabatan, bertukar gagasan, dan mengembangkan diri sebagai pemimpin masa depan. Dan yang paling penting, buatlah suara kalian didengar,” pungkasnya.

Dalam konferensi tersebut, peserta terbagi dalam 8 council dengan tingkat Beginner dan Intermediate untuk kategori Junior dan Youth. Isu yang dibahas antara lain dampak polusi terhadap kesehatan, kesetaraan pendidikan, pariwisata dan keterjangkauan hunian, hingga ketegangan nuklir di Timur Tengah.

Speaker of the Dewan Rakyat Malaysia YB Tan Sri Dato’ Dr. Johari bin Abdul pun melihat para peserta sebagai calon pemimpin masa depan.

“Orang-orang seperti saya adalah pemimpin dari kemarin. Kalian adalah pemimpin masa depan. Dan jika kalian ingin menjadi seorang pemimpin, ada tiga hal yang harus kalian miliki: impian besar, keberanian, dan pengetahuan. Pertama, kalian harus memiliki impian besar," ungkapnya.

"Tanyakan kepada diri kalian sendiri: Kehidupan seperti apa yang ingin saya jalani? Masyarakat seperti apa yang ingin saya tinggali? Bayangkan sebuah dunia tanpa kemiskinan, di mana setiap anak memiliki kesempatan untuk bersekolah. Kedua, kalian membutuhkan keberanian. Keberanian berarti memiliki kekuatan untuk mengubah diri sendiri, dari kemiskinan menuju kesejahteraan, dari kemalasan menuju kerja keras. Ketiga, kalian membutuhkan pengetahuan. Pengetahuan membantu kalian berinteraksi,” tutupnya.

Setelah AYIMUN ke-22, IGN dijadwalkan melanjutkan agenda melalui Asia World Model United Nations XV di Bali pada 2-5 Oktober 2026 dan AYIMUN ke-23 di Geneva, Swiss, pada 25-30 Oktober 2026. (cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral