- Istimewa
Cendekiawan dan Pemuda Didorong Ikut Berperan Sokong Program Ketahanan Energi Nasional
Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Pusat Pemuda Katolik mendorong peran aktif cendekiawan, pemuda, dan ilmuwan Katolik dalam pembangunan nasional.
Seruan itu direalisasikan dalam kegiatan Konferensi Nasional Cendekiawan dan Akademisi Pemuda Katolik 2026 bertajuk 'Sinergi Partisipasi Masyarakat dalam Akselerasi Hilirisasi dan Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045'.
Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma mengatakan forum ini menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, cendekiawan, dunia usaha, masyarakat sipil, dan kadernya dalam merumuskan kontribusi intelektual terhadap agenda energi nasional.
Menurutnya peran aktif dalam pembangunan nasional dapat direalisasikan melalui pengetahuan, riset, teknologi, dan gagasan kebijakan.
“Pertemuan ini bukan hanya ruang bertukar gagasan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kontribusi akademik dan intelektual Katolik bagi agenda energi Indonesia. Cendekiawan dan ilmuwan Katolik harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan, etika, dan kepentingan publik,” ujar Gusma.
Gusma memaparkan blueprint konferensi menempatkan tanggungjawab etis terhadap alam sebagai dasar keterlibatan akademisi.
Kata Gusma, para cendekiawan dan ilmuwan Katolik didorong menghasilkan riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan serta mengkritisi praktik pembangunan yang merusak lingkungan.
“Kita berharap forum ini melahirkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan gerakan nyata. Ilmu pengetahuan harus memberi solusi bagi ketahanan energi, tetapi pada saat yang sama memastikan keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan kepentingan generasi mendatang,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu menekankan investasi sebagai instrumen penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, investasi menjadi salah satu instrumen penting. Hilirisasi sumber daya alam juga menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.(raa)