- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Nahas! Bambang Hendak Buka Usaha Teh Solo, Malah Tewas dalam Kerusuhan Pejompongan
“Karena kan manusia enggak ada yang bisa tahan haus, harus itu kebutuhan khusus dan itu rencana dari Bapak sama Ibu sudah ya sudah belanja sudah nanya sama aku, aku juga kan kerjaanku sehari-hari buat minuman, nanya ‘Nanti bantuin ya bikin minuman bikin apa saja.’ gitu sih,” jelas dia.
Namun, rencana sederhana untuk kembali menghidupkan roda ekonomi keluarga itu kini tinggal kenangan.
Bambang diketahui menjadi salah satu korban dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada malam setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI.
Polisi masih menyelidiki kematian Bambang yang diduga menjadi korban pengeroyokan. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum dari lokasi kejadian.
“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.
Polisi sebelumnya menerima laporan mengenai adanya korban pengeroyokan di kawasan tersebut. Namun, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan lantaran kondisi di lapangan masih belum kondusif.
“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” katanya.
Bambang kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mintohardjo. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Bambang selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi. (agr/aag)