- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Ternyata Ini Alasan Dedi Mulyadi Perintahkan Tutup Sementara Jalur Pendakian, Pendaki Gunung Wajib Tahu Ni!
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi baru-baru ini menyampaikan kalau jalur pendakian bisa ditutup sementara. Kenapa, apa alasannya?.
Hal ini dikatakannnya, seiring adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian meluas. Dedi Mulyadi tidak secara spesifik menjelaskan jalur pendakian mana saja.
Dalam keterangannya, Gubernur Jabar yang disapa KDM itu, hanya mengarahkan pada Bupati Cianjur dan Bogor untuk bisa segera menindaklanjuti imbauan tersebut.
- Antara
"Jadi ya Bupati Cianjur dan bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dahulu sementara," kata Dedi di Bandung, dikutip dari YouTube tribunnews, Senin (31/8).
Dari penjelasannya itu, arahan menutup jalur pendakian untuk Gunung wilayah Jawa Barat. Hal ini tentu bisa menjadi pertimbangan para pendaki gunung.
Mengingat suhu ekstrem yang panjang dan memasuki musim kemarau, bisa membuka peluang karhutla kian meluas.
KDM juga menjelaskan, jika peristiwa karhutla bisa dipicu puntung rokok, yang kemudian diperparah dengan cuaca panas tengah dirasakan di seluruh wilayah Jabar.
Oleh karena itu, Dedi meminta supaya aktivitas pendakian ditunda terlebih dahulu. Ucapannya ini masih belum diketahui, kapan terlaksana untuk menutup jalur pendakian di Gunung Jawa Barat.
"Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Nah, sementaralah, karena bikin bakar saja enggak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini, menurut saya tunda dahulu, karena tidak semua orang disiplin ya," tuturnya.
Perlu diketahui, sekiranya ada 4 aftar Gunung Tertinggi di Jawa Barat yang umum dipilih menjadi Tempat Pendakian dan wisata alam, antara lain:
1. Gunung Ciremai: 3.078 mdpl (Kuningan/Majalengka).
2. Gunung Pangrango: 3.019 mdpl (Bogor/Cianjur/Sukabumi).
3. Gunung Gede: 2.958 mdpl (Cianjur/Sukabumi/Bogor).
4. Gunung Cikuray: 2.821 mdpl (Garut)Gunung Papandayan: 2.665 mdpl (Garut).
Juga perlu diketahui, kalau Kalimantan menjadi wilayah yang kebakarannya sangat luas. Berdasarkan data kebencanaan periodeperiode 1 Januari hingga 27 Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.019 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 9.943,26 hektare.
Kemudian secara kewilayahan, Kabupaten Tapin mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 3.777 titik, disusul Hulu Sungai Selatan sebanyak 2.050 titik dan Kabupaten Banjar sebanyak 1.765 titik.