news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Diabetes, Gula Darah Tinggi.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews / Freepik / Pixabay

Makanan Berindeks Glikemik Rendah Tak Hanya untuk Penderita Diabetes, Ini Alasannya

Makanan dengan IG rendah cenderung menyebabkan peningkatan gula darah secara lebih bertahap dibandingkan makanan dengan IG tinggi.
Kamis, 3 September 2026 - 16:30 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan metabolik turut memengaruhi pilihan makanan dan camilan sehari-hari. Salah satu aspek yang kini mulai menjadi pertimbangan adalah indeks glikemik (IG), yang menggambarkan seberapa cepat makanan mengandung karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

Makanan dengan IG rendah cenderung menyebabkan peningkatan gula darah secara lebih bertahap dibandingkan makanan dengan IG tinggi. Pola konsumsi tersebut tidak hanya relevan bagi penderita diabetes, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan energi dan rasa kenyang.

SOYJOY menyebut konsumsi makanan ber-IG rendah dapat membantu tubuh memperoleh energi secara lebih bertahap.

“Indeks glikemik rendah membantu tubuh menerima energi secara lebih bertahap. Karena itu, makanan rendah IG ini bermanfaat tidak hanya untuk penderita diabetes, tetapi juga untuk siapa pun yang ingin menjaga energi tetap stabil dan menghindari penurunan energi setelah makan,” jelas SOYJOY dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Kenali Sumber Makanan Ber-IG Rendah

Beberapa bahan pangan diketahui memiliki karakteristik IG rendah, di antaranya kacang-kacangan, sayuran nontepung, serta buah-buahan seperti apel dan jeruk.

Namun, nilai IG suatu makanan tidak hanya ditentukan oleh satu jenis kandungan. Komposisi bahan, tingkat kematangan, hingga metode pengolahan juga dapat memengaruhi respons gula darah setelah makanan dikonsumsi.

Untuk pilihan camilan, konsumen dapat mempertimbangkan makanan yang mengandung protein dan serat. Kacang-kacangan, misalnya, merupakan salah satu sumber protein dan serat, sementara buah dapat memberikan asupan vitamin dan mineral.

Camilan berbahan dasar kedelai juga dapat menjadi salah satu alternatif. Produk berbentuk snack bar dengan bahan kedelai utuh, seperti SOYJOY, mengandung protein dan serat yang dapat menjadi bagian dari pilihan camilan sehari-hari.

“Keunggulan camilan berbasis kedelai terletak pada komposisinya yang dapat memberikan protein dan serat dalam satu pilihan. Camilan yang menggunakan kedelai utuh sebagai bahan dasar dapat membantu konsumen mendapatkan sumber nutrisi yang mengenyangkan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari,” ujar SOYJOY.

Perhatikan Komposisi dan Porsi

Memilih camilan dengan IG rendah tidak berarti mengabaikan komposisi makanan secara keseluruhan. Konsumen tetap perlu memperhatikan bahan utama, kandungan gula, serat, serta ukuran porsi melalui informasi nilai gizi pada kemasan.

Porsi menjadi faktor penting karena makanan dengan IG rendah tetap menyumbang energi apabila dikonsumsi secara berlebihan. Keseimbangan asupan juga dapat diperhatikan dengan mengombinasikan camilan dengan sumber protein atau serat lainnya.

“Cara yang praktis adalah melihat bahan utama dan informasi nilai gizi pada kemasan, kemudian memperhatikan porsi konsumsinya. Camilan juga dapat dipadukan dengan sumber protein atau serat lain agar asupan menjadi lebih seimbang,” kata SOYJOY.

Pemahaman mengenai IG dapat membantu konsumen menentukan camilan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar untuk mengatasi rasa lapar. Selain jenis makanan, jumlah konsumsi dan komposisi keseluruhan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga pola makan yang seimbang.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral