news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polda NTT Sapa Anak-Anak Pascagempa, Kembalikan Senyum Siswa SD Inpres Tawajawa di Ngada.
Sumber :
  • tvOnenews

Polda NTT Sapa Anak-Anak Pascagempa, Kembalikan Senyum Siswa SD Inpres Tawajawa di Ngada

Pascagempa, Polda NTT melalui Polres Ngada sapa anak-anak SD dan guru Inpres Tawajawa. Mereka ingin kembalikan senyum dan keceriaan anak-anak melalui kegiatan
Sabtu, 5 September 2026 - 18:46 WIB
Reporter:
Editor :

Ngada, tvOnenews.com - Pascagempa, Polda NTT melalui Polres Ngada sapa anak-anak SD dan guru Inpres Tawajawa. Mereka ingin kembalikan senyum dan keceriaan anak-anak melalui kegiatan tarauma healing, pada Sabtu (5/9/2026).

Kapolres Ngada, AKBP Gede Harimbawa jelaskan, bahwa kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10:00 WITA, Sabtu (5/9/2026) di Wilayah SD Inpres Tawajawa ,Desa Tadho Timur,Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

"Pendampingan dilakukan dengan cara sederhana namun penuh makna, yakni mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi bersama dalam suasana yang menyenangkan," ucapnya.

Ia akui, bahwa kegiatan ini atas perintah Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, yang kerap sekali mengkhatirkan kondisi masyarkat NTT pascagempa.

Ia ceritakan, bahwa Kapolda NTT terus memerintahkan jajarannya untuk terus mnelayani dan memberikan bantuan kepada korban gempa

Selain itu, ia juga jelaskan, bahwa trauma healing bagi anak-anak merupakan bagian penting dalam membantu mereka melewati situasi pascabencana.

“Anak-anak membutuhkan suasana yang aman, nyaman dan menyenangkan setelah mengalami peristiwa bencana. Melalui kegiatan bermain bersama, kami ingin membantu mereka mengurangi rasa takut dan mengembalikan keceriaan mereka,” ujar AKBP Gede Harimbawa.

Menurutnya, gempa bumi tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik dan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

Pengalaman merasakan guncangan gempa dapat menimbulkan rasa takut, cemas dan kekhawatiran. Karena itu, pendampingan secara humanis diperlukan agar anak-anak dapat kembali merasa aman dan menjalani aktivitas mereka secara normal.

“Trauma healing bukan sekadar bermain. Di balik permainan itu ada upaya untuk membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri dan keseimbangan emosional anak-anak setelah menghadapi bencana,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, personelnya mengajak para siswa mengikuti berbagai permainan bersama. 

Suasana pun berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak terlihat antusias berinteraksi dengan personel kepolisian dan mengikuti setiap kegiatan yang diberikan.

Pendekatan melalui permainan dipilih agar proses pemulihan psikologis dapat diterima anak-anak secara alami tanpa memberikan tekanan kepada mereka.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan kemanusiaan masyarakat terdampak bencana.

AKBP Gede Harimbawa menegaskan bahwa Polres Ngada akan terus hadir memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap memiliki semangat, tetap ceria dan tidak larut dalam rasa takut akibat bencana. Kehadiran kami adalah untuk menemani dan memberikan penguatan kepada mereka,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan trauma healing dapat membantu para siswa secara bertahap kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih tenang dan percaya diri.

“Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak dapat kembali tersenyum, bermain dan belajar tanpa rasa takut. Polri akan terus hadir bersama masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral