- (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)
3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin
Korban diketahui bernama Sebastian Manuputty atau Sebastian Manufuti. Ia disebut merupakan seorang buruh asal Bekasi yang bekerja di PT Tirta Alam Segar.
Peristiwa tersebut terjadi ketika kawasan GBK dipadati massa yang mengikuti perayaan Hari Buruh. Insiden itu kemudian menggemparkan publik karena berlangsung di tengah kerumunan peserta aksi.
Berdasarkan pemberitaan saat itu, polisi mendalami latar belakang korban melalui sejumlah informasi, termasuk aktivitasnya di media sosial. Korban disebut sempat menyampaikan pesan terkait perjuangan kaum buruh sebelum peristiwa tersebut.
Kasus ini kemudian dikaitkan dengan persoalan yang dihadapi korban serta kepeduliannya terhadap kondisi sesama pekerja. Namun, berbagai informasi yang beredar mengenai latar belakang dan motif korban tetap perlu ditempatkan berdasarkan sumber pemberitaan dan keterangan resmi yang tersedia saat itu.
2. Kasus Warga Negara Korea pada 2016
- U-report
Peristiwa kedua terjadi pada Jumat, 25 November 2016.
Seorang warga negara Korea ditemukan meninggal dunia di area proyek Stadion Utama GBK. Korban ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh pekerja proyek di kawasan tersebut.
Berdasarkan pemberitaan ketika itu, korban diduga meninggal setelah terjatuh dari area bangunan di kawasan proyek GBK. Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut.
Identitas korban dalam sejumlah pemberitaan disebut sebagai Kim Jin-ham, 45 tahun. Namun, motif di balik peristiwa tersebut tidak banyak terungkap kepada publik sehingga kasus itu menyisakan sejumlah pertanyaan.
3. Kasus Fajar Sahrudin pada 2026
- Instagram/Threads @fajardawnvirgo
Kasus terbaru terjadi pada awal September 2026 dan kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di area taman sekitar Pintu 10 GBK. Polisi memastikan telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Informasi mengenai kehidupan pribadi Fajar juga ramai dibagikan warganet. Sejumlah unggahan di media sosial menyebut korban pernah menghadapi tekanan hidup dan pengalaman perundungan.
Namun, informasi tersebut masih berasal dari unggahan dan penelusuran di media sosial sehingga perlu dibedakan dari fakta yang telah dikonfirmasi oleh kepolisian.
Polisi hingga kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk meminta keterangan saksi dan memeriksa barang bukti yang ditemukan di lokasi.