- Istimewa
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Jakarta, GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan hingga Ratusan Nasi Kotak
Jakarta, tvOnenews.com - Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mencapai wilayah Jakarta, mendorong DPD Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Kebangsaan (GMPK) DKI Jakarta melakukan aksi sosial.
Organisasi kepemudaan ini menggelar aksi bagi-bagi 10.000 masker dan 700 nasi kotak kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan itu diklaim sebagai bagian dari program GMPK DKI Jakarta Berdampak. Masker dibagikan kepada warga yang tetap beraktivitas di luar rumah, sedangkan nasi kotak diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat Jakarta.
Ketua DPD GMPK DKI Jakarta Asep Irama mengatakan respons terhadap persoalan masyarakat tidak harus selalu menunggu instruksi atau program berskala besar.
Menurutnya, organisasi kepemudaan dan mahasiswa perlu memiliki kepekaan terhadap situasi di lapangan serta mampu mengambil langkah sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat ada kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Jakarta. Kalau masyarakat membutuhkan perlindungan sederhana seperti masker, ya kita hadir menyediakan masker," kata Asep dalam keterangannya kepada awak media.
"Kalau ada warga yang membutuhkan makanan, kita berbagi makanan. Kami tidak ingin hanya membicarakan kepedulian, tetapi tidak hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembagian masker bukan untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebaliknya, langkah kecil ini dimaksudkan untuk mendorong kewaspadaan serta mengajak warga mengikuti informasi resmi pemerintah dan menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami tidak ingin masyarakat panik. Yang penting waspada. Ikuti informasi resmi pemerintah dan lakukan langkah perlindungan yang memang diperlukan. Kami mengambil bagian dari sisi yang bisa kami lakukan, dan hari ini kami memilih membagikan masker kepada masyarakat,” ujarnya.
Asep menilai semangat GMPK DKI Jakarta Berdampak tidak boleh berhenti sebatas slogan. Menurutnya, keberadaan organisasi harus memberikan manfaat nyata dan memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan yang dirasakan masyarakat.
“Berdampak itu bukan tentang seberapa besar kita bicara, tetapi seberapa nyata kita bisa memberikan manfaat. Anak muda harus peka terhadap keadaan di sekitarnya. Ketika ada persoalan, jangan hanya ramai dalam diskusi, tetapi turun dan lakukan sesuatu, sekecil apa pun itu,” tegasnya.