- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Ketika Koleksi Fisik Masuk ke Platform Digital: Tren Baru Dunia Collectibles?
tvOnenews.com - Dunia koleksi fisik sedang mengalami perubahan menarik. Jika sebelumnya aktivitas mengoleksi identik dengan benda fisik yang disimpan di rumah, album, lemari, atau tempat khusus, kini sebagian prosesnya mulai berpindah ke platform digital.
Kolektor dapat menemukan barang, memantau harga, melakukan transaksi, hingga mengelola koleksi melalui layar.
Namun, perkembangan tersebut tidak serta-merta membuat benda fisik kehilangan tempat. Justru muncul model baru yang mencoba menggabungkan keduanya: koleksi ditemukan dan dikelola secara digital, sementara barang aslinya tetap tersedia secara fisik.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa digitalisasi collectibles bukan sekadar mengubah bentuk barang menjadi aset digital, tetapi juga mengubah cara orang menemukan, memiliki, menyimpan, dan memperdagangkannya.
Fenomena tersebut berjalan beriringan dengan kembali kuatnya pasar trading card dan collectibles di sejumlah negara besar. Di Amerika Serikat, misalnya, penjualan collectibles dan trading card menjadi salah satu bagian penting dari bisnis GameStop.
Pada kuartal kedua 2026, penjualan kategori tersebut disebut melonjak 57 persen menjadi US$356,3 juta dan menyumbang sekitar 45 persen pendapatan perusahaan.
Dari Hobi Fisik ke Ekosistem Digital
Perkembangan teknologi membuat pengalaman mengoleksi semakin mudah dipindahkan ke ruang digital. Kolektor tidak lagi harus selalu datang ke toko atau pameran untuk mengetahui barang apa yang tersedia. Marketplace, media sosial, aplikasi koleksi, sistem grading, hingga layanan lelang memungkinkan proses penemuan dan transaksi dilakukan secara online.
Perubahan tersebut juga terlihat pada perilaku generasi muda. Data eBay yang dikutip Business Insider menunjukkan collectible card games menjadi salah satu kategori barang bekas yang paling sering dibeli oleh Gen Z di Amerika Serikat pada 2025. Pokemon dan Yu-Gi-Oh! termasuk kartu yang mengalami peningkatan minat.
Di Jepang, fenomena serupa terlihat melalui berkembangnya budaya collectibles dan hobi yang tidak lagi terbatas pada anak-anak. Financial Times melaporkan pasar gacha mencapai sekitar ¥196 miliar atau US$1,2 miliar pada 2025, hampir empat kali lipat dibandingkan 2021.
Pertumbuhan tersebut antara lain didorong kelompok dewasa yang tetap mempertahankan hobi masa kecil atau yang sering disebut sebagai “kidults”.