- Ammar Ramzi
Tuju Dua Tahun Pemerintahan Era Prabowo-Gibran, Masyarakat Diajak Kawal Program MBG
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintahan era Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka nyaris berjalan dua tahun.
Jarnas For Prabowo-Gibran menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan serta memastikan berbagai program yang berpihak kepada rakyat dapat berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.
“Kami berjuang sejak masa kampanye dengan kemampuan yang kami miliki. Semua dilakukan dengan ketulusan dan semangat untuk memenangkan Prabowo-Gibran. Alhamdulillah, perjuangan itu membuahkan kemenangan dan kami tentu bangga dengan kemenangan tersebut,” kata Ketua Umum Jarnas For Prabowo-Gibran, Nasarudin, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Nasarudin menuturkan pengawalan tersebut mencakup agenda besar pemerintahan mulai dari implementasi Asta Cita, pemerataan ekonomi, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penegakan hukum dan pemberantasan praktik ilegal yang merugikan negara.
Namun dari berbagai program strategis yang sedang berjalan, ia mengaku melihat terdapat sejumlah hal yang perlu mendapatkan perhatian dan terus diperbaiki, terutama terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penertiban dan pengelolaan lahan yang menjadi bagian dari aset negara.
Program tersebut, kata Nasarudin, memiliki tujuan yang sangat baik karena menyangkut pemenuhan gizi sekaligus investasi terhadap kualitas generasi Indonesia.
“Presiden Prabowo ingin memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi. Ini bukan sekadar program makan. Ini investasi terhadap generasi Indonesia,” ujar Nasarudin.
Karena itu, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bersama.
Termasuk persoalan tata kelola, pengawasan, distribusi, kualitas makanan maupun koordinasi dalam pelaksanaannya.
Ia mengaku prihatin dengan munculnya persoalan seperti dugaan penyimpangan serta kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah.
Menurut Nasarudin, hal tersebut harus menjadi perhatian serius agar tidak mengganggu tujuan utama program.
“Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dalam MBG benar-benar menjalankan amanah ini dengan tulus dan bertanggungjawab. Jangan sampai tujuan mulia program ini terganggu oleh persoalan dalam pelaksanaannya,” katanya.
Nasarudin berharap pemerintah dapat terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk terhadap pihak ketiga yang terlibat dalam penyediaan dan pengelolaan dapur.
“Kami berharap tata kelolanya semakin diperkuat, pengawasannya semakin baik, dan semua pihak yang terlibat benar-benar bekerja untuk memastikan makanan bergizi sampai kepada anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan MBG.
“Kami tentu memahami masih ada tantangan dalam pelaksanaannya. Karena itu kami berharap masyarakat juga ikut mengawasi dan memberikan masukan. Tujuan kita sama, agar program yang baik ini benar-benar berhasil,” katanya.
Menurut dia, persoalan dalam pelaksanaan tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap gagasan besar MBG.
“Kalau ada tata kelola yang perlu diperbaiki, kita perbaiki. Kalau ada pengawasan yang perlu diperkuat, kita perkuat. Jangan sampai persoalan pelaksanaan membuat tujuan besar untuk memberikan makanan bergizi kepada anak Indonesia justru tidak tercapai,” ujar Nasarudin.(raa)