news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Bahlil: Harga BBM Subsidi Tidak Naik Meski Harga Minyak Dunia Tembus 106 Dolar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia jelaskan, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang masih bergerak tidak
Sabtu, 12 September 2026 - 17:39 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia jelaskan, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia yang masih bergerak tidak menentu.

Meski harga minyak dunia meningkat, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Keputusan tersebut diambil sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," beber Bahlil kepada wartawan di kantornya, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Bahlil mengakui keputusan untuk mempertahankan harga BBM subsidi bukan perkara ringan bagi pemerintah. 

Pasalnya, ketika harga minyak dunia naik, beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah juga berpotensi meningkat.

"Kenapa? Karena pasti penambahan subsidi-nya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk meningkat kebawah itu jauh lebih penting sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan," beber.

Ia mengatakan pemerintah siap menambah anggaran subsidi sebagai salah satu langkah untuk menjaga harga BBM subsidi tetap terjangkau.

Bahlil menjelaskan, harga Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia saat ini telah berada di kisaran 106-108 dolar AS per barel. Namun, pemerintah tidak hanya melihat harga minyak pada satu waktu tertentu.

Menurut Bahlil, rata-rata harga ICP sejak Januari hingga September 2026 masih berada di kisaran 85-90 dolar AS per barel.

"Menambah anggaran subsidi saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan. Tapi sekarang rata-rata ICP sekalipun sekarang sudah menjadi 106-108 dolar per barrel. Tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar 85-90 dolar per barrel. Jadi masih overall," ucap dia.

Sebagai informasi, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 ditutup di level 104,61 dolar AS per barel atau melemah 3,02 dolar AS atau 2,81 persen pada Jumat (11/9/2026). (aag)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral