- Istimewa
Respons Positif Pasar Jadi Sinyal Pergantian Menkeu Sudah Tepat
tvOnenews.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional (UNAS), Prof. Edi Sugiono, menilai positif pergantian Menteri Keuangan di tengah dinamika perekonomian global. Menurutnya, respons positif pasar terhadap pergantian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa langkah penyegaran kabinet sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.
“Sebuah pergantian kalau direspons positif berarti pasar meresponsnya positif. Artinya, itu yang diharapkan. Tetapi kalau pergantian kemudian pasar merespons negatif, itu menjadi taruhan,” ujar Prof. Edi Sugiono saat diwawancarai oleh media di Jakarta, Selasa (15/09/2026).
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan selama sekitar satu tahun.
Dekan FEB UNAS ini menilai, respons pasar menjadi faktor penting dalam melihat efektivitas pergantian pejabat di bidang ekonomi. Menurutnya, sosok dan kualitas seorang menteri harus berjalan seiring dengan kemampuan membangun kepercayaan pasar.
“Sebagus apa pun Pak Purbaya, kalau memang pasar tidak begitu menginginkan dan respons pasar tidak begitu bagus, ya satu-satunya memang pergantian dan refresh dengan yang baru,” katanya.
Prof. Edi juga menilai pergantian tersebut secara positif karena seorang pejabat publik, terlebih Menteri Keuangan, perlu menjaga komunikasi dan hubungan antarlembaga agar tidak menimbulkan kontroversi di ruang publik.
“Saya menilainya positif. Pasar itu sebenarnya tidak ingin pernyataan dari seorang pejabat, apalagi Menteri Keuangan, yang kontroversi dengan sesama pejabat ditunjukkan ke publik,” jelasnya.
Menurut dia, sekalipun seorang pejabat memiliki argumentasi yang benar, penyampaian yang berpotensi menimbulkan polemik dapat memengaruhi persepsi pasar. Karena itu, stabilitas komunikasi antarpemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelaku ekonomi.
Di sisi lain, Prof. Edi mengapresiasi sejumlah arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya mulai mendorong perubahan paradigma pembangunan ekonomi.
Ia menilai pemerintah mulai berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka makro, tetapi juga memiliki korelasi yang lebih kuat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pak Prabowo sudah ingin mengubah bagaimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu berkorelasi dengan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.