- Antara
Memperkuat Wawasan Kebangsaan dan Menjadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045
tvOnenews.com - Sebanyak 109 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti Pendidikan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI yang digelar mulai 21 - 28 September 2026 dj dua lokasi. Pada hari pertama hingga enam hari, peserta digembleng di Gedung Tri Gatra Lemhanas Kebon sirih Jakarta pusat dan hari ke-7 Outbound di Barak Militer Bogor.
Salah satu peserta, yang juga Ketua umum FSP PPMI SPSI Arnod Sihite sekaligus Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pimpinan Yorrys Raweyai, menyampaikan rasa syukur, senang, dan bangga dapat mengikuti Pendidikan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI.
Menurut Arnod, pendidikan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga, bukan hanya dalam menambah pengetahuan dan wawasan, tetapi juga memperkuat semangat kebangsaan, membangun jejaring, serta membentuk pola pikir yang lebih strategis, kreatif, inovatif, dan komprehensif.
“Selama mengikuti pendidikan, saya merasakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan dengan sangat baik, tertib, dan disiplin. Pengaturan waktu dan jadwal kegiatan dilaksanakan secara konsisten sehingga setiap agenda dapat diikuti secara efektif dan optimal,” ujar Arnod.
Ia menilai kedisiplinan para penyelenggara menjadi salah satu faktor yang mendukung terciptanya suasana pendidikan yang kondusif dan berkualitas.
Arnod juga mengapresiasi materi yang diberikan karena dinilai berkualitas dan relevan dengan berbagai persoalan strategis, baik dalam lingkup nasional maupun global. Menurutnya, para panelis dan narasumber yang hadir memiliki kompetensi, pengalaman, serta wawasan yang luas sehingga setiap sesi pembelajaran menjadi semakin menarik dan memberikan perspektif yang beragam.
“Hal lain yang sangat berkesan adalah penerapan pola berpikir kreatif dan inovatif dalam proses pendidikan. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, melihat berbagai persoalan dari beragam sudut pandang, mencari solusi secara kreatif, serta membangun gagasan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” katanya.
Memperkuat Empat Konsensus Dasar Kebangsaan
Menurut Arnod, kekompakan dan kebersamaan seluruh peserta juga menjadi pengalaman yang sangat berharga. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, bidang keahlian, pengalaman, dan profesi.
Keberagaman tersebut, kata dia, menjadi kekuatan yang memperkaya proses pembelajaran melalui interaksi, pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan wawasan.
“Saya merasa sangat beruntung dapat berada di tengah orang-orang hebat yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta semangat pengabdian yang tinggi. Dari keberagaman tersebut, saya semakin memahami bahwa membangun Indonesia membutuhkan kolaborasi, persatuan, semangat kebersamaan, serta komitmen untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tuturnya.
Mengikuti pendidikan Lemhannas RI juga menjadi momentum bagi Arnod untuk semakin memperkuat pemahaman dan pengamalan empat konsensus dasar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Pertama, memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila sebagai landasan nilai dalam menjalankan tugas serta kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kedua, memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan membangun sikap toleran, inklusif, saling menghargai, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
Ketiga, memperkuat komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk menjaga persatuan, kedaulatan, keutuhan wilayah, serta kepentingan nasional.
Keempat, memahami dan mengamalkan UUD NRI Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Melalui pemahaman tersebut, diharapkan lahir kepemimpinan yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, mampu berpikir strategis, serta dapat menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan ke dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Menjadi Agen Perubahan bagi Bangsa dan Negara
Arnod menegaskan, Pendidikan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI bukan sekadar proses pembelajaran, melainkan perjalanan untuk memperkuat karakter, wawasan, dan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ia berharap ilmu, pengalaman, nilai-nilai kebangsaan, serta jejaring yang diperoleh selama mengikuti pendidikan dapat terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari.
“Semoga setiap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan perubahan yang positif bagi masyarakat,” katanya.
Arnod juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily beserta seluruh jajaran Lemhannas RI yang telah memberikan kesempatan, ilmu, pengalaman, dan pembelajaran yang sangat berarti.
“Semoga para peserta Pendidikan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan dapat terus menjadi bagian dari agen perubahan bagi kebaikan dan kemajuan bangsa dan negara, dengan menjunjung tinggi persatuan, integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat persatuan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
“Marilah terus memperkuat persatuan dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.” tutur Arnod.(chm)