- Istimewa
Kolaborasi Mahasiswa Indonesia-Jerman: Rancang Pembangunan Hijau di Transmigrasi Barelang
Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan mahasiswa dari Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama mahasiswa sejumlah perguruan tinggi nasional menggelar studi lapangan selama 10 hari di Kawasan Transmigrasi Batam, Rempang, dan Galang (Barelang).
Agenda bertajuk Summer Course 2026 ini ditujukan untuk memetakan potensi wilayah sekaligus menyusun konsep pembangunan kawasan yang lebih ramah lingkungan dan terintegrasi.
Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Nirwan Ahmad Helmi, menegaskan pentingnya keterpaduan sektor ekonomi serta pelibatan masyarakat lokal dalam pembangunan kawasan ini.
"Peserta Summer Course akan belajar dan bekerja bersama. Barelang menawarkan lingkungan bagi pembangunan wilayah yang terintegrasi, yang merupakan arah pembangunan, yakni sebuah kawasan ekonomi transmigrasi terpadu yang menggabungkan pertanian dan perikanan dengan akses ke pusat Batam yang luas. Kegiatan perikanan dan kelautan menjadi penggerak ekonomi utama yang didukung oleh layanan usaha kecil. Pengembangan perikanan, kelautan, serta pariwisata budaya harus menghormati komunitas Melayu pesisir dan melibatkan warga transmigrasi maupun masyarakat lokal," jelasnya di Kantor BP Batam, Jumat (2/10).
Fokus kajian para peserta menitikberatkan pada pengembangan ekosistem kawasan.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Bondan Djati Utami, menuturkan kegiatan ini berlangsung hingga 10 Oktober sebelum hasil analisis dipaparkan di Semarang.
“Concern (perhatian) mereka lebih ke arah bagaimana perkembangan, mengembangkan ekosistem yang ada di sini. Pengembangan kawasan Barelang seperti apa,” ujar Bondan.
Ia menambahkan, “Output-nya itu nanti mereka akan berbagi ke kita. Mereka nanti pada saat di Semarang, mereka akan presentasi hasilnya mereka di tanggal 13, selama mereka di Semarang.”
Kelancaran agenda ini turut disokong pembenahan sarana dan prasarana penunjang oleh Kementerian Transmigrasi.
Direktur Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Robi Suherman Ponglabba, mengungkapkan, “Kalau saya di sini, untuk kegiatan itu adalah penyiapan infrastrukturnya, seperti persiapan Mess Patriot, kemudian kita infrastruktur di luarnya seperti jalan, drainase, kemudian taman-tamannya.”
Bagi para mahasiswa, interaksi langsung memberi gambaran nyata mengenai potensi yang belum tergarap optimal.
Salah seorang perwakilan TUM, Sandra, menekankan pentingnya aspirasi warga setempat dalam menyusun rancangan ide.