- Istimewa
Gandeng Basarnas, 70 Kader Siaga Bencana Cawang Dilatih Keterampilan Water Rescue Hadapi Banjir
Jakarta, tvOnenews.com - Sebagai langkah nyata memperkuat kesiagaan warga dalam mengantisipasi ancaman luapan air, Pusat Kajian Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PKMPB) Universitas Binawan berkolaborasi dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BASARNAS menyelenggarakan Pelatihan Penyelamatan di Air (Water Rescue).
Kegiatan edukasi teknis ini ditujukan bagi jajaran Kader Siaga Bencana Kelurahan Cawang pada 3 Oktober 2026.
Diikuti oleh 70 kader, kegiatan ini merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian Program “Penguatan Kelurahan Tangguh Bencana Berbasis Literasi Sains dan Teknologi Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Cawang Jakarta Timur”.
Inisiatif pengabdian masyarakat ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Program IN-SAINTEK 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pelatihan dirancang untuk mentransfer kemahiran serta wawasan dasar mengenai operasi pertolongan korban di wilayah perairan secara sigap, presisi, dan sesuai standar operasional keselamatan.
Di bawah bimbingan langsung para instruktur Balai Diklat BASARNAS, para peserta mendalami kaidah keselamatan diri penolong, cara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan water rescue, teknik evakuasi korban genangan air, pengoperasian perahu karet, hingga simulasi penyelamatan langsung.
Kombinasi pendalaman teori serta praktik lapangan memberi ruang bagi para kader untuk menguasai tidak hanya aspek konsep, tetapi juga pengalaman aplikatif menghadapi situasi genting di air.
Penguasaan keterampilan tersebut diproyeksikan mampu memperkokoh mitigasi masyarakat, terutama di kawasan yang kerap diintai risiko banjir seperti Kelurahan Cawang.
Kepala PKMPB Universitas Binawan, Dr. Ns. Agung Setiyadi, menekankan bahwa program ini merupakan fondasi utama dalam mendongkrak ketahanan warga melalui skema pemberdayaan komunitas.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali kader dengan keterampilan dasar penyelamatan di air sehingga mereka memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di tingkat masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan BASARNAS menjadi wujud nyata sinergi dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana, khususnya banjir," ujar Agung Setiyadi.
Agung memaparkan lebih lanjut bahwa penguatan kompetensi relawan lokal adalah bentuk investasi berkesinambungan menuju terwujudnya Kelurahan Tangguh Bencana.
Kesiapan para kader diharapkan membuat respons awal, langkah mitigasi, serta proses tanggap darurat saat bencana melanda dapat dieksekusi secara lebih cepat, terpadu, dan terorganisasi.