news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi kekerasan kepada anak..
Sumber :
  • Antara

Tegas! Pemprov Hentikan Kepala Sekolah Terkait Kasus Dugaan Perundungan di Pemalang dan Dampingi Keluarga Korban

Beberapa waktu ini dihebohkan dengan kasus dugaan perundungan di Pemalang, Jawa Tengah. Kasusnya masih didalami pihak Kepolisian
Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) juga Dinas Pendidikan Pemalang berkoordinasi dalam penanganan kasus dugaan perundungan pada A. 

Kasus dugaan perundungan di Pemalang ini, masih didalami pihak Kepolisian. DP3AKB pun melakukan pendampingan pada keluarga korban dan saksi. 

Kepala DP3AKB Jateng Uswatun Hasanah, di Semarang, menjelaskan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang, setelah informasi mengenai kasus tersebut muncul pada 30 September 2026.

Selain pendampingan, katanya, pihak Pemprov juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang. Katanya berujungan pada menonaktifkan kepala sekolah untuk sementara waktu.

Pemberhentian itu, guna memastikan proses pemeriksaan dapat berlangsung tanpa gangguan.

"Kesedihan keluarga korban jangan ditambah, dengan memikirkan hal-hal yang seharusnya secara normatif sudah berjalan," jelasnya, dikutip dari Antara.

Muhammad Hasbi Al Aqib siswa kelas 2 SDN Kebondalem Kabupaten Pemalang yang meninggal karena perundungan
Sumber :
  • Instagram @beritapekalongan1

Seperti diketahui, sebelumnya muncul kabar siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, berinisial A (7), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya.

Korban meninggal dunia pada Rabu (30/9), setelah sempat dirawat di RSUD dr M Ashari Pemalang sejak Kamis (17/9), dan kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Pemalang.

Keterangan Polisi

Sehubungan dengan peristiwa ini, Polisi ungkap hasil pemeriksaan sementara, kalau tidak ditemukan keterangan adanya pemalakan terhadap korban. 

“Berdasarkan hasil penyelidikan maupun penyidikan dan pemeriksaan kepada saksi anak maupun dari saksi-saksi yang sudah kami peroleh, bahwa dari keterangan tidak ada tindakan pemalakan yang terjadi kepada korban,” kata Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan dalam konferensi persnya, Polres Pemalang, Senin (5/10/2026).

“Jadi murni karena adanya ketersinggungan, baik dari ucapan maupun perbuatan di antara anak korban ataupun anak yang terlibat dalam tindakan dugaan kekerasan ini,” sambungnya.

Selain itu, Polisi juga membantah narasi di media sosial yang menyebut salah satu anak yang diduga terlibat merupakan anak anggota Polri.

Faizal menuturkan berdasarkan data kartu keluarga yang diterima dari pihak sekolah, pekerjaan orang tua anak-anak tersebut disebut sebagai tenaga medis dan wiraswasta. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral