- ANTARA
Menaker Ungkap Kunci Atasi Kesenjangan Kerja: Lulusan Kuliah Harus Siap Hadapi Kebutuhan Industri
“Profesi di bidang pendingin dan tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar. Lewat kemitraan ini, para praktisi APITU siap berbagi pengalaman lapangan, membuka jejaring profesional, dan mendukung sertifikasi agar mahasiswa maupun teknisi mampu menjawab perkembangan teknologi dan regulasi, termasuk mutu rantai dingin,” tutur Agus Susilo.
Kebutuhan kompetensi tersebut kemudian dibawa ke dalam rangkaian Seminar Nasional HVAC-R 2026. Peserta mendapatkan materi yang mencakup teknologi refrigerasi, prinsip siklus refrigerasi, karakteristik refrigeran komersial, hingga perhitungan beban pendinginan.
Pembahasan juga meluas ke cold storage dan logistik rantai dingin. Peserta dikenalkan pada cara merancang tata letak cold storage yang efisien sekaligus memahami regulasi terkait mutu rantai dingin.
Tidak berhenti pada aspek teknis, seminar juga membahas peluang bisnis di bidang tata udara. Peserta mendapatkan wawasan mengenai kewirausahaan, efisiensi energi, hingga analisis kelayakan investasi bisnis cold storage.
Kolaborasi Panasonic, APITU, dan UNSADA menunjukkan bahwa kebutuhan industri terhadap lulusan kini bergerak ke arah yang lebih spesifik. Ijazah menjadi bukti pendidikan, tetapi kompetensi, pengalaman praktik, sertifikasi, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi bekal penting untuk benar-benar siap bekerja.
Bagi sektor HVAC-R, kebutuhan tersebut semakin relevan karena transformasi menuju smart and green building dan berkembangnya rantai dingin akan terus membutuhkan tenaga teknis yang mampu mengikuti perubahan teknologi dan standar industri. (udn)