- KAI
"Anker" Keluhkan KRL INKA Kerap Gangguan, KAI: Kami Tangani dengan Serius, Setiap Kendala Harus Diketahui Akar Masalahnya
Jakarta, tvOnenews.com - Di media sosial, “anker” atau anak kereta mengeluhkan KRL INKA kerap gangguan.
Gangguan disebut-sebut terjadi pada jam sibuk, sehingga berdampak langsung pada waktu perjalanan dan aktivitas mereka yang mengandalkan KRL setiap harinya.
Terkait kondisi yang dirasakan “anker” akibat kendala tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) buka suara.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan KAI menangani persoalan tersebut dengan serius.
- commuterline.id
Dia memastikan setiap gangguan sarana yang berdampak pada perjalanan pengguna harus mendapatkan penanganan, evaluasi, dan tindak lanjut yang jelas.
“Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman,” katanya, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Adapun yang dilakukan KAI, yakni meminta setiap temuan teknis pada rangkaian ditangani secara menyeluruh.
“Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus beriringan juga dengan tanggung jawab menjaga kualitas produknya.
“Ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan,” ungkap Bobby.
Dalam proses evaluasi serta penanganan rangkaian, Bobby menyebut KAI terus memberikan dukungan teknis dan operasional.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan tujuh trainset KRL INKA sebelumnya telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap.
Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026 lalu. Tujuh trainset itu pun kembali mendukung pelayanan Red Line (Bogor-Jakarta Kota, Jakarta Kota-Bogor) mulai 6 Oktober 2026.
Setelah kembali berdinas, KAI terus memantau performanya sekaligus mencatat setiap temuan untuk segera ditindaklanjuti bersama INKA.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan apabila terjadi gangguan perjalanan.
“Rangkaian harus andal saat digunakan melayani pelanggan. Karena itu, setiap catatan teknis harus selesai, setiap perbaikan harus terbukti hasilnya, dan layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga. KAI akan terus mengawal hal tersebut,” pungkasnya. (ant/nsi)