- Threads Sarah Azani
Heboh, Dua Cincin Diduga Hilang Usai X-Ray di Bandara Soetta: Ini Hasil Pemeriksaan CCTV, Rekaman X-Ray, dan Petugas Telah Diperiksa
tvOnenews.com - Dua cincin milik seorang penumpang dilaporkan hilang setelah pemeriksaan keamanan di Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Keluhan Sarah Azani melalui akun Threads menjadi sorotan setelah ia meminta bantuan untuk menemukan perhiasan yang menurut pengakuannya telah disimpan di dalam tas sebelum melewati mesin X-ray.
Persoalan ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai siapa saja yang bertugas atau berada di sekitar area pemeriksaan pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026. Sarah mengaku telah memasukkan kedua cincin ke kompartemen tas beritsleting setelah petugas meminta penumpang melepas perhiasan dan jam tangan. Namun, ia baru menyadari kehilangan tersebut setelah meninggalkan area pemeriksaan.
Menanggapi keluhan yang beredar, manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta merilis pernyataan resmi pada 17 Oktober 2026. Pihak bandara menyebut telah melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV, pemeriksaan rekaman X-ray, serta wawancara dengan petugas terkait. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam memahami kasus ini, meski penyebab hilangnya cincin masih perlu dibedakan dari dugaan yang disampaikan pelapor.
Keluhan Sarah Azani Viral di Threads, Dua Cincin Disebut Hadiah dari Suami dan Ibu
Melalui akun Threads miliknya, Sarah menyampaikan keluhan mengenai kehilangan dua cincin setelah menjalani pemeriksaan keamanan di Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 05.00 WIB pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Unggahan tersebut tercatat memperoleh sekitar 112 ribu tayangan dalam 12 jam berdasarkan informasi yang dicantumkan pada unggahan. Sarah menuliskan permintaan kepada petugas yang bertugas pada waktu tersebut.
"Buat Petugas xray terminal 3 domestik bandara soekarno hatta di jam 5 pagi hari jumat tgl 16 oct 2026. Kalau lihat foto ini, tolong balikin 2 cincinku ???," tulisnya.
Dalam penjelasan lanjutan, Sarah mengatakan petugas memintanya melepas perhiasan dan jam tangan sebelum pemeriksaan. Ia kemudian menyimpan barang-barang tersebut di dalam tas, tepatnya pada kompartemen yang dilengkapi ritsleting.
"Awalnya petugas minta semua perhiasan jam tangan dicopot, ya udah aku masukin ke tas. (Dicompartemen yg ada resletingnya)," tulis Sarah.
Ia juga mengaku sempat menunggu baki berisi tasnya selama sekitar 30 detik setelah melewati mesin pemeriksaan. Karena terburu-buru hendak menunaikan salat dan menuju gerbang keberangkatan, ia tidak langsung memeriksa kembali barang-barangnya.
Kehilangan tersebut terasa berat bagi Sarah karena kedua cincin itu memiliki nilai sentimental. Menurut pengakuannya, satu cincin merupakan hadiah dari suaminya, sedangkan satu lainnya pemberian sang ibu.
Sarah merasa kedua cincin tersebut tidak mungkin terjatuh begitu saja karena sudah disimpan di kompartemen beritsleting dan tidak dikeluarkan kembali. Meski demikian, penjelasan mengenai penyimpanan cincin dan urutan kejadian tersebut merupakan keterangan Sarah, bukan kesimpulan mengenai penyebab kehilangan.
- Threads Sarah Azani
Hak Jawab Bandara Soetta: CCTV, Rekaman X-Ray, dan Petugas Telah Diperiksa
Dalam media statement bertanggal Tangerang, 17 Oktober 2026, manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan telah menindaklanjuti keluhan Sarah yang beredar melalui Threads.
Pihak bandara menjelaskan bahwa penelusuran dilakukan melalui tiga cara, yakni pemeriksaan rekaman CCTV, pemeriksaan rekaman X-ray, dan wawancara dengan petugas terkait.
Berdasarkan hasil peninjauan CCTV, penumpang terlihat memasukkan sejumlah barang yang diindikasikan berupa cincin dan jam tangan ke dalam tas sebelum meninggalkan area pemeriksaan keamanan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan rekaman X-ray menunjukkan bahwa cincin tersebut masih berada di dalam tas hingga tas diambil kembali oleh penumpang. Dalam rekaman CCTV, menurut pihak bandara, juga tidak terlihat barang yang tertinggal atau tercecer pada baki pemeriksaan.
Manajemen bandara turut menyampaikan bahwa rekaman CCTV tidak memperlihatkan adanya kontak fisik petugas dengan tas penumpang selama proses pemeriksaan berlangsung.
Pernyataan tersebut merupakan penjelasan resmi pihak bandara berdasarkan hasil penelusuran internal yang mereka sampaikan. Informasi itu berbeda dari dugaan mengenai kemungkinan keterlibatan petugas, yang belum dibuktikan dalam materi yang tersedia.
Mengenai prosedur pemeriksaan, pihak bandara menjelaskan bahwa petugas memberikan arahan kepada penumpang untuk meletakkan barang-barang berbahan logam, seperti jam tangan, telepon seluler, dan ikat pinggang, pada baki yang telah disediakan.
Manajemen juga menyatakan telah menghubungi Sarah untuk menyampaikan hasil penelusuran dan menawarkan kesempatan kepada penumpang tersebut untuk melihat rekaman CCTV secara langsung sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam pernyataan yang sama, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan pengguna jasa melalui pengawasan serta peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Pihak bandara juga menyatakan bahwa setiap laporan dan keluhan pengguna jasa menjadi perhatian manajemen serta ditindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur yang berlaku.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Yudistiawan, Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan nomor kontak media 021-5506800.
Sarah Minta Pemeriksaan Lebih Lanjut, Penyebab Hilangnya Cincin Belum Diketahui
Sebelum pernyataan resmi bandara dipublikasikan, Sarah telah membagikan tanggapan layanan pelanggan mengenai hasil peninjauan CCTV. Dalam tanggapan tersebut, ia juga mendapat informasi bahwa rekaman memperlihatkan dirinya memasukkan barang ke dalam tas sebelum meninggalkan area pemeriksaan.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan layanan pelanggan, Sarah terlihat berada di musala Gate 14 pada pukul 05.02.50 WIB hingga 05.15.10 WIB. Ia kemudian memasuki toilet di antara Gate 14 dan Gate 15 pada pukul 05.18.42 WIB dan keluar pada pukul 05.19.01 WIB.
Pihak layanan pelanggan menjelaskan bahwa aktivitas di dalam toilet tidak dapat dipastikan melalui CCTV karena area tersebut tidak dilengkapi kamera pengawas. Sarah selanjutnya terlihat duduk di ruang tunggu Gate 17 pada pukul 05.21.27 WIB dan melakukan boarding pada pukul 05.42.52 WIB.
Dalam tanggapannya pada 17 Oktober 2026, Sarah meminta agar petugas dan orang lain yang berada di sekitar lokasi pemeriksaan turut diperiksa.
"Mohon di cek juga petugas ataupun org yg bertepatan berada di lokasi pada saat kejadian itu ya kak. karena cincin itu saya masukkan ke dalam saku tas yg ada zippernya. Dan tidak saya buka2. Hampir Mustahil keduanya tercecer jatuh," tulisnya.
Sarah juga mempertanyakan maksud keterangan layanan pelanggan yang menyebut cincin terlihat dimasukkan ke dalam tas.
"'bersama ini diinformasikan bahwa perhiasan (cincin) milik Ibu terpantau telah dimasukkan ke dalam tas saat menyelesaikan proses pemeriksaan, dan tidak terdapat barang yang tertinggal di area tersebut.' ini maksudnya gimana ya? Dimasukkan oleh siapa kak? Berarti memang Ada yg mengeluarkan cincin itu dari tas saya?" tulisnya.
Ia sebelumnya menyampaikan telah membuat laporan dan masih menunggu konfirmasi lanjutan.
"Per tadi siang aku udah buat laporan, saat ini sedang menunggu konfirmasi lanjutan. Aku ga nuduh ya. Tapi boleh donk curiga? ???," tulis Sarah.
Hingga keterangan yang tersedia dalam unggahan dan pernyataan resmi tersebut, belum ada informasi yang memastikan penyebab kedua cincin tidak ditemukan.
Pihak bandara menyatakan hasil pemeriksaan CCTV dan X-ray menunjukkan cincin masih berada di dalam tas hingga tas diambil kembali oleh penumpang. Sementara itu, Sarah mempertanyakan bagaimana cincin tersebut kemudian hilang.
Kedua hal tersebut perlu dibaca secara terpisah: Sarah melaporkan kehilangan dan meminta penelusuran lebih lanjut, sedangkan pihak bandara menyampaikan hasil pemeriksaan internalnya. Tidak ada bukti yang dipublikasikan dalam materi tersebut yang mengidentifikasi petugas tertentu sebagai pihak yang mengambil cincin.
Dengan demikian, pertanyaan mengenai siapa yang bertugas saat kejadian belum dapat dijawab hanya berdasarkan informasi yang tersedia. Penyebab kehilangan dan pihak yang bertanggung jawab juga belum dapat dipastikan dari pernyataan kedua belah pihak tersebut.h pihak tersebut. (udn)