- Tangkapan layar instagram
Viral Video Ajudan Gubernur Kaltim Diduga Arogan ke Mahasiswa, Terancam Ditarik ke Kesatuan
Situasi sempat memanas. Sejumlah mahasiswa yang tidak terima dengan tindakan tersebut terlihat mengejar ajudan yang bersangkutan. Rekaman kejadian kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Identitas Ajudan Jadi Perbincangan, Statusnya Perlu Dikonfirmasi
Setelah video tersebut viral, identitas sosok yang diduga sebagai ajudan gubernur ikut menjadi perbincangan. Sejumlah unggahan di media sosial menyebut nama Asky Rizal Toding, yang dikaitkan dengan akun Instagram @askyandlaura.
Sosok tersebut disebut-sebut merupakan anggota Polri aktif berpangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu) yang bertugas di Polda Kaltim. Sementara itu, informasi mengenai ART menyebut dirinya merupakan personel kepolisian berpangkat bintara yang bertugas sebagai ajudan gubernur.
Meski demikian, identitas dan status personel yang muncul dalam rekaman tetap memerlukan konfirmasi resmi dari pihak berwenang. Hingga informasi dalam bahan pemberitaan ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Kaltim maupun pihak yang disebut dalam unggahan tersebut mengenai dugaan tindakan kasar itu.
Ramainya perbincangan di media sosial juga membuat akun yang dikaitkan dengan sosok tersebut dibanjiri komentar warganet. Namun, reaksi publik di dunia maya tidak dapat menggantikan proses pemeriksaan untuk memastikan kronologi, identitas, dan tanggung jawab pihak yang terlibat.
Kasus ini pun melampaui persoalan individu. Peristiwa tersebut menempatkan perilaku aparat yang mendampingi pejabat publik dalam sorotan, terutama ketika berhadapan dengan warga atau mahasiswa yang tengah menyampaikan kritik dan tuntutan.
Polda Kaltim Dalami Dugaan Intimidasi, Ajudan Terancam Ditarik
Polda Kaltim memastikan dugaan tindakan yang melibatkan ajudan gubernur tersebut sedang ditindaklanjuti. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan satuan terkait untuk mendalami insiden tersebut.
“Kita sedang koordinasi, nanti akan kita tindak lanjuti,” ujar Tedy, Selasa (20/10).
Tedy menegaskan bahwa setiap personel kepolisian harus menjaga perilaku dan membangun hubungan baik dengan masyarakat, termasuk ketika menjalankan tugas pengamanan atau mendampingi pejabat.
“Nanti kita tunggu pemeriksaan dari kesatuannya. Bisa jadi (ditarik kembali), yang jelas bahwa apa yang dilakukan itu bertentangan dengan arahan Bapak Kapolri,” kata Tedy.