- Antara
Warga Sultra Waspada Kabut Asap sampai 22 Oktober, BMKG Imbau pakai Masker
Dengan begitu, masyarakat diimbau pakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta menutup jendela saat asap terasa pekat, sementara kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan.
"Selain itu pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan, diminta untuk selalu waspada serta menyalakan lampu kendaraan atau kapal apabila terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan guna mendukung keselamatan perjalanan," pesan Heri Purnomo.
Sehubungan dengan kondisi ini, dinas kesehatan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menginstruksikan 16 puskesmas di wilayah tersebut meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan guna mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kolut Irham mengatakan langkah tersebut tertuang dalam Surat Imbauan Nomor 400.7/811/2026 tertanggal 16 Oktober 2026, yang merujuk pada arahan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
"Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat kabut asap. Karena itu, puskesmas perlu memastikan kesiapan obat-obatan dan peralatan medis, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok rentan," jelas Irham.
Perlu diketahui, Ke-16 puskesmas yang disiagakan meliputi Puskesmas Lasusua, Ranteangin, Katoi, Lambai, Wawo, Ngapa, Watunohu, Pakue, Pakue Tengah, Pakue Utara, Batuputih, Tolala, Porehu, Kodeoha, Tiwu, dan Puskesmas Kamaru.(klw)