news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gestur Silangkan Jari di Leher Jadi Sorotan, Rudy Mas’ud Tegas Janji Copot Ajudan Usai Didemo Mahasiswa.
Sumber :
  • tangkapan layar instagram

Gestur Silangkan Jari di Leher Jadi Sorotan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tegas Janji Copot Ajudan Usai Didemo Mahasiswa

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berjanji mencopot ajudannya setelah insiden dengan kader GMNI viral. Gestur tangannya saat menjawab demonstran ikut menjadi .
Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:52 WIB
Reporter:
Editor :

Bagi mahasiswa, pernyataan gubernur menjadi respons langsung terhadap tuntutan pencopotan ajudan. Namun, keputusan mengembalikan personel ke institusi asal tidak serta-merta berarti proses pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran telah selesai.

Berawal dari Insiden dengan Kader GMNI yang Terekam Kamera

Polemik ini bermula pada Senin (19/10/2026) petang di kawasan Masjid Nurul Mu’minin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Saat itu, mahasiswa GMNI baru menggelar demonstrasi yang salah satunya menyoroti penanganan karhutla di wilayah tersebut. Ketegangan muncul ketika Rudy berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat Magrib setelah sebelumnya tidak menemui massa aksi.

Sejumlah mahasiswa kemudian mempertanyakan alasan gubernur tidak berdialog dengan mereka. Dalam situasi tersebut, kader GMNI bernama Rossa Tri Rahmawati sedang merekam kedatangan Rudy menggunakan telepon genggamnya.

Berdasarkan rekaman yang beredar di media sosial dan laporan Media Kaltim, seorang ajudan terlihat bersinggungan secara fisik dengan peserta aksi hingga ponsel yang digunakan untuk merekam terjatuh. Peristiwa itu kemudian memicu ketegangan antara ajudan dan mahasiswa.

Insiden tersebut menuai perhatian publik karena terjadi di tengah aktivitas penyampaian aspirasi mahasiswa. Rekaman video yang tersebar membuat persoalan ini meluas dari kejadian di lingkungan kantor gubernur menjadi perbincangan masyarakat.

Desakan agar ajudan dicopot pun menguat. Mahasiswa menilai tindakan yang terekam kamera perlu ditindaklanjuti secara serius, terutama karena insiden tersebut melibatkan peserta demonstrasi yang sedang menjalankan hak menyampaikan pendapat.

Di sisi lain, persoalan ini juga berkaitan dengan bagaimana aparat pengamanan menjalankan tugas ketika mendampingi pejabat publik dalam situasi yang sensitif.

Ajudan Minta Maaf, Pemeriksaan Tetap Menjadi Perhatian

Setelah video insiden menjadi sorotan, Asky Rizal Toding menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video klarifikasi. Ia mengakui tindakannya berlebihan dan menyatakan peristiwa tersebut terjadi secara spontan.

“Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya,” ujar Asky dalam video permintaan maafnya.

Asky juga menegaskan bahwa tindakannya tidak dilakukan atas instruksi pihak lain. Ia meminta maaf kepada mahasiswa dan masyarakat serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral