- ANTARA/HO-Polda Maluku
Polda Maluku Tambah Dua Peleton Atasi Bentrok Maluku
Ia mengaku, sampai dengan saat ini situasi sudah kembali aman dan kondusif, serta lima SST sudah berada di lapangan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan berulang kembali.
“Namun, sebanyak apa pun pasukan yang ditempatkan di sana, tanpa ada kesadaran dari masyarakat, maka bisa saja bentrokan akan terulang. Oleh karena itu, ini merupakan tanggung jawab kita semua, tanggung jawab dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, mari sama-sama kita berperan aktif untuk memberikan rasa aman dan damai di wilayah tersebut,” kata dia.
Ia mengimbau kepada masyarakat setempat agar tetap menahan diri dan kembali hidup rukun seperti semula, tanpa ada konflik atau bentrok.
“Karena yang dilakukan seperti itu sudah pasti akan merugikan kedua belah pihak dan masyarakat yang ada di sana,” ucapnya.
Terdengar Teriakan Takbir
Bentrok antara dua kelompok warga terjadi di Kepulauan Kei Maluku Tenggara tepatnya di Kota Elat Maluku, Sabtu (12/11/2022) pagi.
Dari sejumlah video yang diterima tvonenews.com tampak terjadi penyerangan antara dua kelompok warga.
Berdasarkan keterangan peristiwa bentrok antarwarga itu terjadi antara warga Desa Mbombai yang memasuki pemukiman muslim di Kota Elat.
Dalam peristiwa tersebut tampak anggota Brimob terluka akibat terkena anak panah. Hingga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit.
Anggota Brimob terluka setelah berupaya mengamankan atau menghentikan bentrok antarwarga di Maluku tersebut. Dikabarkan ada dua anggota polisi terluka akibat terkena tembakan anak panah.
Selain itu tampak pula sebuah gedung kantor sekolah SMP terbakar hebat.
Bentrokan antarwarga ini terjadi diduga dipicu masalah keagamaan. Terdengar teriakan takbir saat bentrokan terjadi.
"Allahu akbar.. Allahu akbar.." teriak warga.(ant/muu)