- Al Jazeera
Bukan Hamas, Ukraina Dukung Penuh Israel di Perang Badai Al Aqsa
Dan ketika laporan dari Israel dan Jalur Gaza mendominasi siaran berita dan halaman depan, sebagian warga Ukraina memiliki penjelasan yang sangat sederhana mengenai siapa dan apa yang berada di balik konflik tersebut.
“Rusia membantu Hamas memulai perang ini karena Putin ingin mengalihkan perhatian dunia dari perang kami,” Roman Zhelyabenko, yang meninggalkan kota Berdyansk di tenggara Ukraina yang diduduki Rusia ke Kyiv tahun lalu, mengatakan kepada Al Jazeera.
Hal tersebut tentu saja membantah rumor beberapa senjata yang digunakan Hamas untuk Operasi Badai al-Aqsa terhadap Israel diduga berasal dari Amerika Serikat (AS) yang dikirim ke Ukraina.
Dugaan itu disampaikan Anggota Parlemen Partai Repulik Marjorie Taylor Greene pada hari Minggu. Menurutnya, Washington harus bekerja sama dengan Israel untuk menyelidiki asal-usul persenjataan yang digunakan kelompok perlawanan Palestina tersebut.
Operasi Badai al-Aqsa, yang dimulai dengan tembakan ribuan roket dan disusul dengan penyusupan milisi bersenjata Hamas ke kota-kota Israel, dimulai sejak Sabtu dini hari.
Ukraina telah berulang kali menghadapi tuduhan penyalahgunaan dan penjualan persenjataan, dengan berbagai tawaran mulai dari senjata api hingga ranjau dan rudal anti-tank--yang berulang kali muncul di jaringan gelap.
Di Afghanistan, seluruh persenjataan tentara yang sekarang sudah tidak ada lagi, yang dibentuk dengan keterlibatan langsung Pentagon selama bertahun-tahun, telah jatuh ke tangan Taliban setelah kelompok tersebut mengambil alih Afghanistan pada Agustus 2021. (ebs)