- Anadolu
Israel Mengaku Tidak Tahu Kenapa Banyak Anak di Gaza Tewas, Penasihat Netanyahu Sebut Ada Faktor Lain
tvOnenews.com - Israel mengaku tidak tahu kenapa banyak anak di Gaza yang tewas.
Mark Regev—Penasihat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu—mengatakan anak-anak di Gaza kemungkinan tewas karena faktor lain, bukan karena gempuran Israel.
Hal itu dia katakan dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Amerika Serikat MSNBC pada Kamis (16/11/2023) lalu yang menyebutkan lebih dari 11.000 orang yang tewas di Gaza, termasuk 4.000 anak.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kalangan pembela hak asasi manusia dan lembaga-lembaga intelijen Amerika pun mempercayai data korban tewas tersebut.
Namun, menurut Regev jumlah korban tersebut berasal dari Hamas.
"Saya tidak yakin jumlah itu benar," kata dia.
Regev mengatakan jumlah korban itu dipublikasikan oleh Hamas dan kebenarannya tidak dipastikan oleh organisasi independen.
"Hamas mengendalikan jalur Gaza dan akibatnya mereka mengontrol semua gambar yang keluar dari Gaza," ujarnya.
"Anda tidak tahu berapa banyak dari mereka yang merupakan Hamas dan berapa banyak yang warga sipil? Hamas menginginkan orang percaya bahwa mereka semua itu adalah warga sipil, anak-anak," sambungnya.
Sementara itu, Regev mengakui pemerintah Israel memang membuat kesalahan soal jumlah korban pascaserangan 7 Oktober 2023 lalu.
"Jumlah yang kami catat sebelumnya adalah 1.400 korban. Sekarang sudah kami koreksi menjadi 1.200 karena kami mengerti bahwa kami sebelumnya terlalu tinggi menaksir jumlah itu. Kami salah,” ungkap dia. (ant/nsi)